Kasus Chikungunya Melonjak di Indonesia, Kenali Penyebab dan Gejalanya!

AKURAT.CO Chikungunya merupakan infeksi virus yang ditandai dengan demam dan nyeri sendi secara mendadak, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.
Nyamuk ini juga dikenal sebagai penyebab demam berdarah dan virus Zika. Pada Desember 2024, tercatat 571 kasus chikungunya di 7 provinsi berdasarkan Surat Edaran Kemenkes Nomor HK.02.02/C/261/2025, namun belum ada laporan kematian akibat penyakit ini.
Sehubungan dengan itu, berikut penyebab dan gejala Chikungunya yang kini meningkat di Indonesia.
Penyebab Chikungunya
Chikungunya disebabkan oleh virus chikungunya, yang berasal dari famili Togaviridae dan genus Alphavirus.
Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Nyamuk ini mendapatkan virus chikungunya saat menggigit seseorang yang telah terinfeksi sebelumnya.
Penularan terjadi jika orang lain digigit oleh nyamuk pembawa virus chikungunya. Meskipun demikian, virus chikungunya hanya menular melalui nyamuk dan tidak menyebar secara langsung antarmanusia.
Orang adalah inang utama virus chikungunya. Nyamuk Aedes umumnya menggigit pada siang dan malam hari.
Risiko penularan virus chikungunya ke nyamuk atau melalui darah tertinggi terjadi pada minggu pertama sakit atau saat pasien mengalami viremia, yaitu ketika virus hidup di aliran darah.
Meskipun jarang berakibat fatal, gejala chikungunya dapat bertahan lama dan melemahkan penderitanya.
Wabah chikungunya dapat menyebar dengan sangat cepat, terutama jika ada pelancong terinfeksi yang kembali ke wilayah yang sebelumnya tidak terinfeksi virus.
Gejala Chikungunya pada Manusia
Gejala chikungunya umumnya timbul dalam 3–7 hari setelah digigit oleh nyamuk pembawa virus, meskipun pada beberapa kasus tidak menimbulkan gejala apa pun. Masa inkubasi dapat berkisar antara 2 hingga 12 hari.
Gejala umum yang dirasakan penderita chikungunya meliputi:
1. Demam dapat mencapai di atas 39°C (atau 38,8°C hingga 40°C) yang datang secara mendadak. Pola demam chikungunya tidak memiliki ciri khas seperti demam berdarah.
2. Nyeri sendi dan otot, sering disebut "flu tulang". Nyeri dapat sangat hebat, terutama pada pergelangan tangan, lutut, dan pergelangan kaki. Pada sebagian penderita, nyeri sendi dapat berlangsung hingga berbulan-bulan atau bahkan tahunan.
3. Pembengkakan yang terjadi pada sendi seperti pergelangan tangan, siku, jari, lutut, dan pergelangan kaki.
4. Penderita juga sering mengalami sakit kepala.
5. Mual dan muntah
6. Kelelahan
7. Ruam kemerahan
8. Pembengkakan kelenjar getah bening:
Pada umumnya, gejala di atas akan membaik dalam 1 minggu. Namun, nyeri sendi bisa bertahan lama. Chikungunya jarang menyebabkan kelumpuhan sementara, tapi ini sangat jarang terjadi.
Penyakit ini juga jarang menyebabkan perdarahan, berbeda dengan demam berdarah.
Kasus Chikungunya di Indonesia
Pada awal tahun 2025, tren kasus suspek chikungunya di Indonesia mengalami kenaikan drastis.
Kementerian Kesehatan mencatat lonjakan kasus suspek chikungunya pada tahun 2025, yang meningkat signifikan dibandingkan pekan yang sama pada tahun 2023 dan 2024.
Lima provinsi dengan kasus suspek chikungunya tertinggi pada tahun 2025 adalah:
Jawa Barat: 6.674 kasus
Jawa Tengah: 3.388 kasus
Jawa Timur: Data spesifik tidak tersedia dalam dokumen, tetapi disebutkan sebagai salah satu dari lima provinsi tertinggi.
DIY Yogyakarta: Data spesifik tidak tersedia dalam dokumen, tetapi disebutkan sebagai salah satu dari lima provinsi tertinggi.
Lampung: Data spesifik tidak tersedia dalam dokumen, tetapi disebutkan sebagai salah satu dari lima provinsi tertinggi.
Hingga saat ini, belum ada laporan kematian akibat chikungunya di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








