10 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur serta Cara Pencegahannya

AKURAT.CO Periode menstruasi pada wanita umumnya berlangsung selama 4 hingga 7 hari setiap 28 hari.
Walaupun begitu, periode menstruasi dapat terjadi dengan tidak teratur, ada yang lebih cepat, lebih lambat, bahkan tidak menstruasi selama beberapa bulan.
Menstruasi tidak teratur terjadi jika jarak periode menstruasinya kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari.
Biasanya menstruasi tidak teratur ini cenderung dialami pada wanita ketika pubertas atau mendekati menopause.
Baca Juga: Bolehkah Minum Kopi Saat Menstruasi? Simak Risikonya Untuk Kesehatan Wanita
Penyebab Menstruasi Tidak Teratur
Stres Berlebihan
Stres dapat menekan anovulasi, sehingga kondisi tubuh tidak dapat melepaskan sel telur dari ovarium secara rutin tiap bulan. Akibatnya, siklus menstruasi akan terganggu.
Perubahan Berat Badan Drastis
Perubahan berat badan secara drastis, diet ketat, rutinitas olaharaga yang berubah, penyakit, hingga gangguan lainnya akan mengganggu keteraturan siklus menstruasi.
Olahraga Ekstrem
Terlalu sering berolahraga hingga berjam-jam akan memicu kondisi anovulasi, sehingga mengganggu siklus menstruasi. Hal ini dikarenakan olahraga ekstrem akan dianggap sebagai stres ekstrem bagi tubuh.
Lebih baik kurangi masa latihan dan tingkatkan jumlah kalori untuk mengembalikan siklus menstruasi agar kembali normal.
Obat-Obatan dan Pil KB
Pil KB berfungsi mencegah kehamilan dengan menghentikan pelepasan sel telur dari ovarium.
Oleh karena itu, siklus menstruasi menjadi tidak teratur selama beberapa bulan saat pertama kali menggunakan pil KB karena tubuh sedang beradaptasi.
Penggunaan jangka panjang dan penghentian konsumsi pil KB juga akan memicu siklus menstruasi tidak teratur, bahkan tidak terjadi menstruasi hingga 6 bulan.
Obat-obatan lain juga akan memengaruhi siklus menstruasi tergantung jenisnya.
Obat pengencer darah, seperti heparin atau warfarin akan membuat pendarahan lebih banyak, sementara obat antipsikotik, antidepresan, dan metadon akan menyebabkan menstruasi tidak teratur.
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
PCOS merupakan salah satu faktor menstruasi tidak teratur karena ketidakseimbangan produksi hormon. Hal ini disebabkan karena tubuh lebih banyak memproduksi hormon androgen.
Diperkirakan 1 dari 10 wanita dengan menstruasi tidak teratur mengidap PCOS.
Perubahan hormonal ini mencegah sel telur matang, sehingga menstruasi terjadi secara tidak konsisten bahkan berhenti.
Selain itu, tanda PCOS juga disertai dengan pertambahan berat badan serta tumbuhnya rambut berlebih.
PCOS merupakan salah satu penyebab infertilitas paling umum pada wanita. PCOS dapat terlihat melalui USG sebagai kantung kecil berisi cairan (kista) di ovarium.
Endometriosis
Endometriosis terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, sehingga menimbulkan pendarahan menstruasi tidak normal, kram, bahkan nyeri selama masa menstruasi. Seharusnya, lapisan endometrium dilepaskan setiap bulan melalui darah menstruasi.
Gangguan Tiroid
Gangguan tiroid atau hipertiroidisme merupakan produksi hormon tiroid yang lebih banyak daripada biasanya, sehingga periode menstruasi menjadi lebih jarang dan pendarahan lebih sedikit.
Tumor Jinak
Polip dan fibroid merupakan kedua contoh benjolan yang tidak berbahaya di rahim atau di leher rahim dan dapat memengaruhi siklus menstruasi.
Walau tidak berbahaya, fibroid dapat menimbulkan pendarahan lebih banyak, rasa nyeri, atau tekanan pada kandung kemih dan usus jika ukuran benjolannya besar.
Baca Juga: Sedang Menstruasi? Ini 7 Pilihan Makanan Yang Baik Untuk Dikonsumsi
Menopause atau Perimenopause
Perimenopause merupakan fase transisi wanita sebelum memasuki fase menopause. Biasanya fase ini terjadi oleh wanita pada awal usia 40 tahun. Tanda dari perimenopause akan terjadi selama 4 hingga 8 tahun sebelum menopause.
Pada fase ini, kadar hormon estrogen dan progesteron tidak terjadi secara teratur, sehingga siklus menstruasi akan terganggu.
Menstruasi dapat terjadi lebih panjang, lebih pendek, atau bahkan dapat melewati beberapa kali periode menstruasi.
Riwayat Penyakit
Insufiensi ovarium prematur merupakan kondisi ovarium yang tidak berfungsi dengan normal. Kondisi ini terjadi bagi wanita di bawah usia 40 tahun dengan riwayat kondisi keluarga yang serupa.
Cara Mencegah Menstruasi Tidak Teratur
Untuk mencegah dan memantau menstruasi tidak teratur, penting untuk mencatat setiap durasi serta jarak periode menstruasi. Selain itu, terapkan pola makan sehat, jaga berat badan stabil, kelola stres, dan kurangi olahraga secara berlebihan.
Jika siklus menstruasi tidak teratur terjadi secara terus-menerus, alangkah baiknya untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi serta penanganan yang tepat terhadap tubuhmu.
Dewi Triana Rahmawati (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







