Hari Keselamatan Pasien Sedunia, IPMG Tegaskan Pentingnya Farmakovigilans bagi Pasien PTM

AKURAT.CO Pasien dengan Penyakit Tidak Menular (PTM) sering kali harus menjalani pengobatan jangka panjang dan perawatan yang intensif.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), PTM seperti penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan gangguan pernapasan kronis menyumbang sekitar 74 persen dari seluruh kematian global.
Sebagian besar pasien PTM juga memerlukan pengobatan dan perawatan jangka panjang yang berkelanjutan. WHO memperkirakan bahwa secara global, satu dari 10 pasien mengalami cedera selama menjalani perawatan, dengan sekitar separuh dari cedera tersebut dianggap dapat dicegah.
Bertepatan dengan Hari Keselamatan Pasien Sedunia, International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem farmakovigilans guna melindungi pasien PTM.
Mengusung tema global WHO "Safe care for Noncommunicable Diseases" dengan slogan "Safe care for life!", IPMG mengangkat pesan "Cegah Penyakit Tidak Menular (PTM), Lindungi Nyawa" yang menyerukan agar keselamatan diterapkan di sepanjang perjalanan perawatan PTM. Mulai dari pencegahan dan diagnosis hingga pengobatan, rehabilitasi, dan penanganan jangka panjang.
Baca Juga: Tingkatkan Daya Saing Sektor Kesehatan, IPMG Gandeng FKM UI Cetak Talenta Farmasi Berbasis Riset
Ketua IPMG, Evie Yulin, mengatakan bahwa keselamatan pasien bukanlah sekadar jargon, melainkan fondasi operasional yang dijalankan secara konsisten melalui Kelompok Kerja Etika, Medis, dan Farmakovigilans (PV).
"Pasien dengan penyakit tidak menular sering kali menjalani terapi dalam jangka panjang. Karena itu, pengawasan keamanan obat tidak berhenti ketika produk memperoleh izin edar, tetapi harus terus dilakukan selama obat digunakan oleh pasien. Melalui sistem farmakovigilans, perusahaan anggota IPMG berupaya memastikan setiap informasi terkait keamanan obat dapat terdeteksi, dievaluasi, dan ditindaklanjuti secara cepat demi keselamatan pasien," jelas Evie, melalui keterangan di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Direktur Eksekutif IPMG, Ani Rahardjo, menyampaikan dari segi aspek partisipasi tenaga kesehatan yang juga memliki peranan penting.
"Keselamatan pasien merupakan tanggung jawab bersama. Selain industri dan regulator, partisipasi tenaga kesehatan maupun pasien dalam melaporkan dugaan efek samping obat memiliki peran penting untuk memperkuat sistem pengawasan keamanan obat di Indonesia. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula langkah evaluasi dan mitigasi dapat dilakukan," jelasnya.
Farmakovigilans sebagai Pilar Keamanan Berkelanjutan
Sebagai bagian dari kepatuhan terhadap standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), seluruh perusahaan anggota IPMG mengoperasikan sistem farmakovigilans secara mandiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








