Takeda dan Kemenkes Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Pemahaman tentang Plasma

AKURAT.CO Masyarakat Indonesia umumnya lebih familiar dengan donor darah, sementara donor plasma masih belum banyak dipahami.
Padahal, plasma merupakan komponen penting dalam darah yang dapat diolah menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) untuk mendukung perawatan pasien dengan berbagai kondisi medis.
Karena itu, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma dan donasi plasma menjadi langkah penting untuk memahami bagaimana kontribusi donor plasma dapat menjadi bagian dari perjalanan perawatan pasien.
Berbeda dengan obat yang umumnya diproduksi melalui proses sintetis, plasma berasal dari manusia sehingga ketersediaannya sangat bergantung pada kontribusi donor plasma dan sistem pengambilan plasma yang aman dan andal.
Oleh karena itu, keberlanjutan ketersediaan PODP membutuhkan ekosistem yang kuat dan terintegrasi, yang menghubungkan donor plasma, pengambilan plasma, pengolahan plasma, layanan kesehatan oleh tenaga medis, hingga pasien.
International Plasma Awareness Week (IPAW) 2026, yang berlangsung pada 5-9 Oktober 2026 dengan tema global "Plasma Powers Possibility" menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma, mengapresiasi peran donor, PODP, serta mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem plasma yang aman, andal, dan berkelanjutan di Indonesia.
Dr. Dra. Lucia Rizka Andalusia, Apt., M.Pharm., MARS, Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, pada IPAW 2026 menyampaikan bahwa penguatan ekosistem plasma Indonesia dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi kesehatan, layanan darah dan plasma, komunitas pasien, donor, dan industri.
"International Plasma Awareness Week 2026 menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong upaya bersama tersebut," katanya.
Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD-KHOM, FINASIM, Ketua Umum Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) dan Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN), menjelaskan, Produk Obat Derivat Plasma (PODP) berperan penting dalam pengobatan, seperti pada pasien dengan kelainan darah dan kondisi medis tertentu lainnya. Bagi pasien tersebut, pengobatan jangka panjang dan berkelanjutan menjadi hal yang penting.
"Karena itu, penguatan ekosistem plasma diperlukan untuk mendukung ketersediaan PODP yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan, serta didukung dengan bukti klinis yang memadai. Tenaga kesehatan juga berperan memberikan panduan dan keahlian agar pengembangan ekosistem plasma di Indonesia dapat menjawab kebutuhan pasien," jelasnya.
Baca Juga: Selenggarakan ABCD Land, Takeda Perkuat Langkah Pencegahan DBD bagi Keluarga Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







