Jangan Tunggu Penglihatan Terganggu, Kemenkes Ajak Masyarakat Rutin Periksa Mata

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya pemeriksaan mata secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat.
Dalam momentum Hari Penglihatan Sedunia, Kemenkes mengusung tema nasional "Screening Mata, Langkah Kecil untuk Manfaat Besar" guna mendorong masyarakat melakukan deteksi dini gangguan penglihatan.
"Jangan menunggu sampai mata mengalami gangguan yang berat untuk melakukan pemeriksaan," kata Pelaksana Tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, MA., dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, skrining mata dapat membantu menemukan gangguan tajam penglihatan atau visus, kelainan refraksi, serta mengenali dugaan penyakit seperti katarak, glaukoma, dan retinopati.
Namun, pemeriksaan awal harus diikuti dengan penanganan sesuai kondisi pasien, termasuk pemberian alat bantu penglihatan, pengobatan, maupun rujukan ke fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Roche Retina Summit 2025 Tegaskan Kepemimpinan Roche dalam Inovasi Perawatan Kesehatan Mata
"Namun perlu kita tekankan bahwa screening bukanlah tujuan akhir," ujar Andi.
Ia menekankan terdapat empat langkah untuk memperkuat upaya pencegahan gangguan penglihatan, yakni memperluas skrining dan deteksi dini, memastikan tindak lanjut hasil pemeriksaan, memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan mata anak, serta memperkuat kolaborasi dan komunikasi publik.
Kemenkes juga mengingatkan orang tua dan guru, agar lebih memperhatikan perubahan perilaku anak yang dapat menjadi tanda gangguan penglihatan.
Pasalnya, anak-anak belum tentu mampu mengenali atau menyampaikan keluhan ketika mengalami kesulitan melihat.
Andi juga meminta agar orang tua dapat lebih perhatian. Sejumlah tanda yang perlu diperhatikan seperti anak sering memicingkan mata, membaca buku atau melihat layar dari jarak terlalu dekat, kesulitan melihat tulisan di depan, hingga mengalami hambatan dalam belajar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









