Tafsir Al-Quran Surah Al-Isra Ayat 31, Larangan Membunuh Anak karena Takut Miskin

AKURAT.CO Peristiwa pembunuhan kepada empat anak yang terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan membuat hati kita terenyuh.
Pasalnya, pembunuhan itu dilakukan oleh sang ayah dari keempat anak malang itu. Mereka dibunuh oleh bapak kandungnya secara berurutan.
Allah SWT melarang manusia untuk melakukan tindakan pembunuhan, terlebih kepada anak yang merupakan titipan Allah, termasuk karena alasan ekonomi.
Baca Juga: Tafsir Surah An-Nisa’ Ayat 58: Pemimpin Yang Amanah, Ini Yang Harus Dilakukan Kepada Rakyatnya
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 31:
وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا
Artinya: Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.
Ayat ini turun untuk melarang pembunuhan anak yang marak terjadi pada masa jahiliyah.
Pada masa itu, masyarakat jahiliyah menganggap bahwa anak yang lahir dalam keadaan cacat atau miskin adalah aib bagi keluarga. Oleh karena itu, anak-anak tersebut sering kali dibunuh oleh orang tuanya sendiri.
Ayat Al-Qur'an Surah Al-Isra' ayat 31 merupakan peringatan keras dari Allah SWT kepada orang tua untuk tidak membunuh anak-anaknya.
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan anak adalah hak yang harus dilindungi, dan kefakiran bukanlah alasan untuk membunuh anak.
Tafsir Al-Isra Ayat 31
Dikutip dari Tafsirlearn, Ibnu Katsir menyatakan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada orang tua kepada anaknya, karena Dia melarang membunuh anak-anak; dan dalam kesempatan yang lain Allah memerintahkan kepada orang tua agar memberikan warisannya kepada anak-anaknya.
Di masa Jahiliah orang-orang tidak memberikan warisan kepada anak-anak perempuannya, bahkan ada kalanya seseorang membunuh anak perempuannya agar tidak berat bebannya.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa pada masa jahiliyah, masyarakat Arab sering kali membunuh anak-anak mereka, terutama anak perempuan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
-
Anak perempuan dianggap sebagai beban bagi keluarga.
-
Anak perempuan dianggap tidak memiliki nilai ekonomi.
-
Anak perempuan dianggap sebagai penyebab terjadinya perselisihan di antara keluarga.
Karena itulah maka Allah SWT melarang perbuatan itu melalui firman-Nya: Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut kemiskinan. (Al-Isra: 31)
Yakni takut berakibat jatuh miskin di masa mendatang. Karena itulah dalam firman selanjutnya diprioritaskan penyebutan tentang rezeki anak-anak mereka. Untuk itu Allah berfirman: Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepada kalian. (Al-Isra: 31).
Dengan kata lain, khitab dalam ayat ini ditujukan kepada orang yang mampu, yakni Kamilah yang memberi rezeki mereka dan juga rezeki kalian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








