Perseteruan Rhoma Irama vs Habib Bahar bin Smith, Bermula Singgung Habib Masuk Surga Walau Maksiat

AKURAT.CO Perseteruan antara Rhoma Irama dan Bahar bin Smith semakin banyak direspons oleh masyarakat. Lalu bagaimana duduk perkara perseteruan antar keduanya?
Pernyataan Rhoma Irama, terkait bahwa habib bisa masuk surga, meski maksiat, dinilai Habib Bahar sebagai fitnah.
Dalam tayangan YouTube Rhoma Irama Official, kejadian bermula ketika Rhoma menceritakan pengalamannya ketika masih muda. Dia menyebut nasihat harus diucapkan dengan baik, bahkan ketika debat sekalipun.
Rhoma kemudian teringat pada pengalamannya saat masih muda ketika menghadiri pengajian di kawasan Tebet. Ketika itu Rhoma datang untuk mengisi acara pengajian sebagai penceramah muda.
Baca Juga: Apakah Gelar Habib Itu Keturunan Nabi?
"Ada satu habib, nggak perlu saya sebutkan karena beliau sudah berpulang ke rahmatullah. Ini habib berpidato, saya waktu itu sebagai penceramah kedua," ungkap pelantun lagu 'Begadang' ini.
Ketika itu Rhoma mengaku kaget dengan pesan yang disampaikan sang habib. Sang habib menyampaikan jika ada anak habib berbuat maksiat, maka dibiarkan saja karena tetap merupakan ahli surga.
"Dia cerita saya kaget-kaget ini. Di antaranya yang masih saya ingat, hey itu kalau ada anak habib, walaupun dia mabuk-mabukan, walaupun dia penzina, pencuri, penjudi, jangan kate ape-ape, dia itu turunan nabi, jangan disakiti, jangan diomelin, dia itu ahli surga," kata Rhoma menirukan ucapan habib tersebut.
Rhoma yang saat itu masih berusia sekitar 20 tahunan tanpa ragu berani mematahkan pernyataan habib itu.
"Habib yang saya hormati tadi, mohon maaf, mohon izin saya koreksi bahwa surga itu untuk orang bertakwa. Jadi nggak ada privilege buat keturunan nabi sekalipun," ucap Rhoma.
Baca Juga: Detik-detik Habib Jafar Shodiq Kecelakaan di Tol Sragen, Mobilnya Membentur Truk Tronton
Kegaduhan saat itu rupanya sampai ke telinga salah satu habib sepuh hingga Rhoma dipanggil dan dinasihati. Sejak saat itulah, Rhoma berteman dengan para habaib secara tulus bukan karean zuriah atau keturunan nabinya tapi lebih pada akhlak dan ilmunya.
Hanya saja sejak peristiwa puluhan tahun lalu tersebut, Rhoma mendengar lagi ceramah oknum habib seperti itu.
"Ada yang bilang di darah saya mengalir darah Rasul, barang siapa menyakiti saya menyakiti Rasul. Seorang habib bodoh lebih mulia dari 70 kiai alim. Kaki seorang habib lebih mulia dari kepala seorang kiai, banyak lagi yang astagfirullah doktrin-doktrin itu kok berkepanjangan," tutup Rhoma.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








