Hoki Jadi Keberuntungan Shio Ular Kayu pada Imlek 2025, Apa Pandangan Islam Tentang Ini?

AKURAT.CO Salah satu keberuntungan shio ular kayu di tahun baru Imlek 2025 ini adalah hoki. Hal ini menjadi pembahasan trending di berbagai platform media.
Tahun Baru Imlek 2025 akan menjadi tahun Shio Ular Kayu dalam kepercayaan Tionghoa.
Dalam astrologi Tionghoa, setiap shio memiliki keberuntungan atau "hoki" yang berbeda-beda di tiap tahunnya.
Shio Ular yang berunsur kayu pada tahun ini disebut-sebut akan mengalami keberuntungan besar dalam aspek karier, keuangan, dan hubungan sosial.
Namun, bagaimana Islam memandang konsep keberuntungan yang dikaitkan dengan shio atau zodiak?
Dalam Islam, konsep keberuntungan tidak bergantung pada ramalan astrologi atau shio, melainkan ditentukan oleh takdir Allah dan usaha manusia. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
وقال الله تعالى: وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌۭ بِأَىِّ أَرْضٍۢ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya: "Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal." (QS. Luqman: 34)
Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, termasuk keberuntungan atau kejadian yang menimpa seseorang.
Kepercayaan kepada shio atau ramalan keberuntungan bertentangan dengan prinsip tauhid, yaitu meyakini bahwa segala sesuatu berada di bawah ketentuan Allah.
Baca Juga: Dosakah Meyakini Keberuntungan Shio Ular Kayu bagi Orang Islam?
Selain itu, dalam hadis juga disebutkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ menolak segala bentuk ramalan dan tahayul. Rasulullah bersabda:
قال رسول الله ﷺ: مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ
Artinya: "Barang siapa mendatangi peramal atau dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Hadis ini menjelaskan bahwa mempercayai ramalan, termasuk ramalan berdasarkan shio atau astrologi, merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam. Sebab, hal itu berarti seseorang lebih percaya kepada dugaan manusia daripada ketetapan Allah.
Namun, Islam tidak menafikan adanya keberuntungan dalam kehidupan seseorang. Keberuntungan dalam Islam disebut sebagai barakah atau keberkahan, yang datang dari Allah berdasarkan keimanan, kebaikan, dan usaha seseorang. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
وقال الله تعالى: وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Artinya: "Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-A'raf: 96)
Dari ayat ini, jelas bahwa keberuntungan sejati dalam Islam bukan berasal dari ramalan atau simbol-simbol tertentu, melainkan dari keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Seseorang yang bertakwa akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, baik dalam rezeki, kesehatan, maupun kebahagiaan.
Baca Juga: Shio Ular Kayu pada Imlek 2025, Bagaimana Pandangan Islam tentang Ini?
Dengan demikian, bagi seorang Muslim, mempercayai keberuntungan berdasarkan shio bukanlah bagian dari ajaran Islam.
Sebaliknya, Islam mengajarkan untuk bertawakal kepada Allah, berusaha dengan sungguh-sungguh, dan berdoa agar diberikan keberkahan dalam hidup.
Islam juga mengajarkan bahwa kebaikan dan keberuntungan sejati bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.
Oleh karena itu, daripada menggantungkan harapan pada shio, seorang Muslim sebaiknya memperbanyak doa dan amal saleh agar mendapatkan keberuntungan yang hakiki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







