Tata Cara Ringkas Salat Gerhana Menurut Hadis Nabi

AKURAT.CO Gerhana, baik matahari maupun bulan, merupakan fenomena alam yang memiliki makna spiritual mendalam dalam Islam. Nabi Muhammad SAW mencontohkan amalan khusus ketika gerhana terjadi, yaitu salat gerhana.
Salat ini dikenal dengan istilah salat khusuf (untuk gerhana bulan) dan salat kusuf (untuk gerhana matahari). Hukumnya sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan dan tidak sebaiknya ditinggalkan.
Salat gerhana memiliki tata cara khusus yang berbeda dengan salat sunnah lainnya. Berikut ringkasan tata caranya sebagaimana diriwayatkan dalam hadis-hadis sahih.
Pertama, salat gerhana dilakukan dua rakaat. Namun, dalam setiap rakaat terdapat dua kali rukuk. Hal ini berdasarkan hadis dari Aisyah RA:
صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي خُسُوفِ الشَّمْسِ فَقَامَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ، ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ، ثُمَّ قَامَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ، ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ، ثُمَّ سَجَدَ
“Rasulullah SAW salat pada waktu gerhana matahari. Beliau berdiri lama, kemudian rukuk lama. Kemudian berdiri lagi, tetapi tidak selama berdiri pertama. Lalu rukuk lagi, tetapi tidak selama rukuk pertama, kemudian sujud.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: 5 Fakta tentang Gerhana Bulan Total, Nomor 3 Banyak Orang Tidak Tahu!
Kedua, bacaan dalam salat gerhana dianjurkan dipanjangkan. Rasulullah membaca surat Al-Fatihah diikuti dengan surat panjang dari Al-Qur’an. Semakin panjang bacaannya, semakin baik. Hal ini menunjukkan kekhusyukan dan kesungguhan seorang hamba ketika beribadah saat fenomena besar terjadi.
Ketiga, setelah salat, dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, zikir, dan sedekah. Nabi SAW bersabda:
فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ
“Apabila kalian melihat sesuatu dari itu (gerhana), maka segeralah berzikir kepada Allah, berdoa, dan memohon ampun kepada-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keempat, salat gerhana sebaiknya dilaksanakan berjamaah di masjid. Namun, boleh juga dilakukan secara munfarid (sendiri) di rumah. Rasulullah SAW pernah melaksanakan salat gerhana berjamaah bersama para sahabat, kemudian berkhutbah setelahnya untuk memberikan nasihat dan peringatan tentang kebesaran Allah.
Baca Juga: Jangan Lakukan 5 Hal ini saat Terjadi Gerhana Bulan, Bisa Berbahaya!
Dengan demikian, tata cara ringkas salat gerhana menurut hadis Nabi adalah: dua rakaat, setiap rakaat dua kali rukuk, bacaan panjang, lalu diakhiri dengan doa dan istighfar.
Salat ini menjadi bentuk pengakuan bahwa segala peristiwa alam adalah tanda kebesaran Allah, bukan sekadar fenomena kosmik tanpa makna.
Melalui salat gerhana, seorang Muslim diajak untuk merenung, bertaubat, dan semakin dekat kepada Sang Pencipta. Inilah warisan spiritual dari Nabi Muhammad SAW yang seharusnya dihidupkan kembali setiap kali gerhana terjadi.
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







