Sejumlah Ulama dan Kiai Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional pada 2025

AKURAT.CO Sejumlah tokoh ulama dan kiai masuk dalam daftar 40 nama yang diusulkan pemerintah untuk menerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025.
Usulan ini merupakan bagian dari penghargaan negara terhadap tokoh-tokoh yang dinilai berjasa besar dalam perjuangan kemerdekaan, pendidikan, dan pembinaan umat di berbagai daerah.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa proses penetapan calon penerima gelar dilakukan melalui kajian panjang dan seleksi ketat. “Penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan rekam jejak perjuangan dan kontribusi mereka terhadap bangsa,” ujarnya di Jakarta, Jumat (8/11/2025).
Dari 40 nama yang telah diajukan, beberapa di antaranya berasal dari kalangan ulama dan tokoh agama Islam yang memiliki peran besar dalam perjuangan nasional maupun pengembangan pendidikan keagamaan di Indonesia.
Baca Juga: Hari Pahlawan, 40 Tokoh Diusulkan Terima Gelar Pahlawan Nasional 2025, ada Nama Soeharto!
Nama-nama tersebut antara lain:
-
K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Presiden ke-4 RI dan tokoh pluralisme asal Jawa Timur.
-
K.H. Muhammad Yusuf Hasyim – pejuang kemerdekaan dan pendiri Pesantren Tebuireng, Jawa Timur.
-
K.H. Sholeh Iskandar – tokoh pendidikan dan ulama asal Jawa Barat.
-
K.H. Abbas Abdul Jamil – pejuang asal Buntet, Cirebon, yang dikenal sebagai pemimpin laskar santri.
-
Syekh Sulaiman Ar-Rasuli – ulama besar asal Sumatera Barat, pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti).
-
Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri – pendiri Alkhairaat di Sulawesi, pelopor pendidikan Islam di kawasan timur Indonesia.
-
K.H. Bisri Syansuri – salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dan tokoh pendidikan pesantren di Jawa Timur.
-
Syaikhona Muhammad Kholil – ulama kharismatik Bangkalan, guru dari para pendiri organisasi Islam besar di tanah air.
-
K.H. Wasyid – tokoh perlawanan rakyat Banten yang memimpin pemberontakan melawan penjajah pada akhir abad ke-19.
Keterlibatan para ulama tersebut menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak hanya digerakkan oleh tokoh militer dan politisi, tetapi juga oleh para pemimpin spiritual yang berperan besar menanamkan nilai perjuangan, persatuan, dan moral bangsa.
Fadli Zon menambahkan, penghargaan ini diharapkan dapat memperkuat ingatan kolektif bangsa terhadap kontribusi kaum ulama dalam sejarah perjuangan Indonesia.
“Mereka berjuang dengan ilmu, akhlak, dan keteladanan. Semangat inilah yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda,” katanya.
Penetapan resmi penerima gelar Pahlawan Nasional 2025 akan diumumkan langsung oleh Presiden menjelang upacara Hari Pahlawan 10 November di Istana Negara.
Gelar ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan mereka yang telah berjuang tanpa pamrih untuk kemerdekaan serta pembangunan bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







