Akurat Logo

Keracunan MBG? Ini Pesan Islam agar Segera Sehat Kembali

Lufaefi | 13 September 2026, 12:00 WIB
Keracunan MBG? Ini Pesan Islam agar Segera Sehat Kembali
Keracunan MBG dalam Islam - Istimewa

AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Namun, ketika seseorang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan, perhatian terhadap kondisi kesehatan perlu segera dilakukan.

Keluhan seperti mual, muntah, sakit perut, diare, atau pusing setelah makan tidak sebaiknya dianggap sepele. Jika gejalanya berat atau terus berlanjut, seseorang perlu segera mendapatkan pertolongan medis.

Dalam Islam, menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar. Doa memang dianjurkan, tetapi bukan berarti seseorang meninggalkan usaha untuk memperoleh pengobatan.

Rasulullah SAW bersabda:

تَدَاوَوْا عِبَادَ اللَّهِ، فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ دَوَاءً

Artinya: “Berobatlah, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Baca Juga: Hukum Suami dan Istri Tidur Terpisah dalam Islam, Bolehkah?

Hadis tersebut memberikan pesan bahwa ketika seseorang mengalami sakit, termasuk setelah mengonsumsi makanan yang diduga menyebabkan keracunan, ikhtiar untuk mendapatkan pengobatan merupakan bagian dari ajaran Islam.

Lantas, apa pesan Islam ketika seseorang mengalami dugaan keracunan makanan?

  1. Jangan panik dan segera lakukan ikhtiar

Ketika muncul gejala setelah mengonsumsi makanan, langkah pertama adalah tetap tenang. Jangan langsung menyimpulkan penyebabnya tanpa pemeriksaan.

Jika keluhan cukup berat, segera beri tahu orang tua, guru, petugas sekolah, atau orang dewasa yang bertanggung jawab. Selanjutnya, dapatkan pertolongan tenaga kesehatan.

Sikap tersebut sejalan dengan prinsip Islam yang mendorong manusia untuk melakukan ikhtiar sebelum bertawakal.

  1. Berdoa memohon kesembuhan

Selain mendapatkan pertolongan medis, seorang Muslim dapat memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan kesembuhan.

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، أَنْ يَشْفِيَكَ

Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Mahaagung, Tuhan Arasy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.”

Doa tersebut dapat menjadi bentuk pengharapan seorang Muslim kepada Allah SWT di tengah kondisi sakit.

  1. Membaca doa kesembuhan dari Rasulullah

Ada pula doa yang diriwayatkan dalam hadis ketika Rasulullah SAW mendoakan orang yang sakit:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Doa ini dapat dibaca oleh orang yang sedang sakit atau dipanjatkan oleh keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

  1. Jangan memaksakan diri beraktivitas

Ketika tubuh sedang mengalami gangguan, beristirahat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Jangan memaksakan diri untuk tetap mengikuti aktivitas seperti biasa apabila kondisi tubuh belum memungkinkan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi