Kenapa Allah Turunkan Musibah, Bukannya Allah Maha Penyayang ke Hamba-Nya?

AKURAT.CO Gempa bumi, kebakaran, banjir, tanah longsor, hingga erupsi gunung api kerap membuat manusia bertanya-tanya. Jika Allah SWT benar-benar Maha Penyayang kepada hamba-Nya, mengapa musibah dan penderitaan tetap terjadi?
Pertanyaan tersebut sangat manusiawi. Ketika seseorang kehilangan rumah, harta benda, bahkan orang yang dicintai akibat bencana, rasa sedih dan pertanyaan tentang keadilan Tuhan bisa muncul. Islam tidak mengajarkan manusia untuk mengabaikan rasa sakit tersebut. Sebaliknya, Al-Qur'an memberikan cara pandang agar manusia memahami musibah secara lebih utuh.
Dalam Islam, musibah tidak selalu berarti Allah sedang membenci seseorang. Tidak setiap bencana merupakan hukuman atas dosa. Musibah dapat menjadi ujian, sarana untuk mengingat Allah, kesempatan memperoleh pahala melalui kesabaran, atau bagian dari hukum sebab-akibat yang berlaku di alam.
Allah SWT berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155).
Baca Juga: Langkah Islami Selamat dari Gempa Megathrust yang Mengkhawatirkan
Ayat ini menunjukkan bahwa ujian merupakan bagian dari kehidupan manusia. Bahkan orang beriman pun tidak dijanjikan akan terbebas dari kesulitan.
Lalu, apakah musibah berarti Allah tidak menyayangi manusia?
Jawabannya tidak sesederhana itu.
Kasih sayang Allah tidak selalu berbentuk kehidupan yang bebas dari masalah. Dalam perspektif Islam, manusia hidup dalam dunia yang memiliki hukum dan keteraturan. Gempa bumi, misalnya, berkaitan dengan dinamika bumi. Kebakaran dapat terjadi karena faktor alam maupun kelalaian manusia. Banjir dapat dipengaruhi curah hujan, kondisi geografis, tata ruang, dan kerusakan lingkungan.
Karena itu, tidak tepat jika setiap bencana langsung disebut sebagai hukuman Tuhan terhadap korban.
Al-Qur'an bahkan memberikan prinsip penting bahwa sebagian kerusakan di bumi dapat muncul akibat perbuatan manusia sendiri.
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali.” (QS. Ar-Rum: 41).
Ayat tersebut relevan untuk membaca persoalan lingkungan. Kerusakan hutan, eksploitasi alam secara berlebihan, buruknya tata ruang, dan berbagai tindakan manusia dapat memperbesar risiko bencana.
Namun, ayat ini juga tidak boleh digunakan untuk menghakimi korban bencana. Mengatakan bahwa seseorang tertimpa musibah karena pasti berdosa merupakan kesimpulan yang tidak memiliki dasar yang cukup.
Ada pula musibah yang menjadi ujian bagi manusia. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa semakin besar ujian yang dihadapi seseorang, semakin besar pula peluang pahala jika ia menghadapinya dengan kesabaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







