Belajar dari Tragedi Bayi Surabaya: Pentingnya Menuntut Ilmu Kesehatan Menurut Sunnah Nabi

AKURAT.CO Kabar meninggalnya bayi berusia 24 hari di Surabaya setelah diduga diberi telur mentah menjadi pengingat penting bagi orang tua dan pengasuh tentang pentingnya memahami kesehatan bayi.
Kasus yang ramai diperbincangkan pada Oktober 2026 tersebut menyita perhatian publik karena bayi itu sebelumnya dilaporkan mengalami kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo. Meski demikian, hubungan langsung antara pemberian telur mentah dan kematian bayi belum dapat dipastikan tanpa hasil pemeriksaan medis.
Peristiwa ini mengajarkan bahwa niat baik dalam merawat anak perlu disertai pengetahuan yang benar. Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian orang tua mungkin masih mengikuti kebiasaan turun-temurun atau saran dari orang sekitar ketika bayi mengalami demam, rewel, atau kesulitan menyusu. Padahal, tidak semua kebiasaan yang diwariskan terbukti aman secara medis.
Dalam Islam, mencari ilmu merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Pengetahuan tidak hanya diperlukan untuk memahami persoalan ibadah, tetapi juga untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri serta keluarga.
Baca Juga: Mengapa KPK Sangat Diperlukan dalam Pandangan Islam?
Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 36:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ
Wa lā taqfu mā laisa laka bihī ‘ilm.
Artinya: “Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak engkau ketahui.” (QS. Al-Isra [17]: 36).
Ayat ini mengingatkan agar seseorang tidak mengambil keputusan tanpa dasar pengetahuan. Dalam konteks kesehatan bayi, orang tua sebaiknya tidak sembarangan memberikan makanan, minuman, atau ramuan tertentu hanya berdasarkan cerita yang belum terbukti. Ketika menghadapi masalah kesehatan, langkah yang lebih bijaksana adalah mencari informasi dari tenaga medis yang kompeten.
Prinsip tersebut juga sejalan dengan perintah bertanya kepada orang yang memiliki pengetahuan. Allah berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 43:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Fas’alū ahlaż-żikri in kuntum lā ta‘lamūn.
Artinya: “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”
Ayat ini memberikan pelajaran bahwa tidak mengetahui sesuatu bukanlah kesalahan. Yang perlu dihindari adalah bertindak seolah-olah mengetahui, padahal keputusan yang diambil dapat membahayakan orang lain. Orang tua yang ragu tentang kondisi bayi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak atau tenaga kesehatan, bukan mengandalkan spekulasi maupun informasi yang beredar di media sosial.
Dalam hal pemberian makanan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Makanan pendamping ASI atau MPASI mulai diperkenalkan sekitar usia enam bulan, disertai pemberian ASI. Bayi yang baru berusia 24 hari belum waktunya menerima makanan padat, termasuk telur mentah.
Selain itu, Islam mengajarkan prinsip untuk tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Prinsip ini dikenal melalui hadis:
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
Lā ḍarara wa lā ḍirāra.
Artinya: “Tidak boleh menimbulkan bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.”
Hadis yang diriwayatkan antara lain oleh Ibnu Majah ini menjadi dasar penting dalam pembahasan fikih mengenai pencegahan bahaya. Dalam pengasuhan, prinsip tersebut berarti setiap tindakan perlu mempertimbangkan keselamatan anak, terutama karena bayi belum mampu menyampaikan keluhan atau melindungi dirinya sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





