Polisi Gunakan Scientific Crime Investigation Ungkap Kematian Winda Lorenza

AKURAT.CO Polrestabes Medan menggunakan pendekatan Scientific Crime Investigation dalam mengusut kematian Winda Lorenza Gowasa.
Polisi juga menindaklanjuti laporan dugaan pembunuhan yang dibuat keluarga korban ke Polda Sumatera Utara.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan, penyidikan melibatkan sejumlah ahli, mulai dari forensik, psikologi forensik, psikologi klinis, hingga pekerja sosial pendamping anak.
“Dalam tindak pidana yang kami lakukan penyidikan, kami menggunakan pendekatan-pendekatan yang ada. Pertama adalah pendekatan Scientific Crime Investigation. Setidaknya ada lima langkah atau prosedur yang kami lakukan,” kata Calvijn dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan, pendekatan tersebut meliputi identifikasi atau Inafis, digital forensik terhadap komunikasi ponsel dan rekaman CCTV, kedokteran forensik melalui autopsi, laboratorium forensik untuk menganalisis barang bukti dan balistik, serta psikologi forensik.
Psikologi forensik digunakan untuk melihat profil perilaku korban serta kondisi psikologis dan sosial dua anak korban.
Calvijn mengatakan penyidikan juga dibagi dalam empat fase. Fase pertama mengumpulkan fakta dan data sejak awal pernikahan korban dengan pihak terkait hingga perceraian.
Fase kedua mencakup kondisi korban selama masa perceraian dan ketika berada di Jakarta. Fase ketiga menelusuri perjalanan korban dari Jakarta hingga tinggal di Medan.
Sementara fase keempat berfokus pada peristiwa penembakan di tempat kejadian perkara (TKP) hingga proses rekonstruksi.
Polisi juga memberikan akses kepada saksi dan keluarga korban dalam proses penyidikan untuk memastikan perkara diusut secara transparan dan akuntabel.
“Kami lakukan fakta ini secara terang benderang sesuai prosedur, profesional, dan akuntabel. Sekali lagi kami ucapkan turut berduka cita kepada keluarga korban,” ujarnya.
Baca Juga: Pratikno Cek Langsung Kebakaran Bromo, Dua Titik Api Jadi Fokus Pemadaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








