Jepang Ungkap 200 Serangan Siber Oleh Kelompok Peretas MirrorFace

AKURAT.CO Jepang mengungkapkan adanya keterlibatan kelompok peretas asal Tiongkok, MirrorFace, dalam lebih dari 200 serangan siber selama lima tahun terakhir.
Serangan tersebut menargetkan keamanan nasional dan data teknologi canggih, sebagaimana dikutip dari Apnews.com, Sabtu (11/1/2025).
Dalam analisisnya, Badan Kepolisian Nasional (NPA) Jepang menemukan bahwa serangan yang berlangsung antara 2019 hingga 2024 itu dilakukan secara sistematis.
MirrorFace diduga bertujuan mencuri informasi penting terkait keamanan nasional dan teknologi tinggi Jepang.
Baca Juga: Awas! Serangan Siber Targetkan Pengguna PC dengan CAPTCHA Palsu
Kelompok peretas tersebut mengincar berbagai lembaga strategis, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Badan Antariksa Jepang (JAXA) serta tokoh-tokoh penting seperti politisi, jurnalis, perusahaan swasta dan lembaga penelitian teknologi.
MirrorFace menggunakan teknik phishing melalui email berisi malware.
Email tersebut biasanya menampilkan subjek seperti aliansi Jepang-AS, Selat Taiwan atau Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Dengan identitas palsu, mereka mengirimkan undangan ke acara diskusi dan dokumen yang tampak resmi untuk menipu target.
Baca Juga: Situs dan Media Sosial Bahrain Berulang Kali Kena Serangan Siber
Selain itu, pada 2023, kelompok ini memanfaatkan celah keamanan pada jaringan pribadi virtual (VPN) untuk mengakses informasi sensitif di sektor kedirgantaraan, semikonduktor, informasi dan komunikasi.
Salah satu serangan yang terungkap adalah terhadap JAXA, meski data sensitif terkait roket dan satelit tidak terdampak.
Kasus ini menyoroti kelemahan keamanan siber Jepang.
Para ahli mendesak negara itu untuk meningkatkan pertahanan siber, terutama karena Jepang semakin mempererat kerja sama dengan Amerika Serikat dan sekutu lainnya di bidang pertahanan.
Baca Juga: Tips Menjaga Anak-anak Tetap Aman dari Serangan Siber
Serangan siber juga telah mengganggu infrastruktur penting.
Pada 2022, serangan terhadap terminal kontainer di Pelabuhan Nagoya menyebabkan gangguan operasi selama tiga hari.
Baru-baru ini, pada Hari Natal 2024, Japan Airlines mengalami serangan siber yang memengaruhi lebih dari 20 penerbangan domestik.
Pemerintah Jepang meminta lembaga dan perusahaan untuk memperkuat langkah keamanan guna mencegah ancaman serupa di masa depan.
Baca Juga: Kaspersky Gagalkan Hampir 5 Juta Serangan Siber yang Menargetkan Pengguna di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





