Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik: Kenali Ciri, Sifat, dan Contohnya

AKURAT.CO Dalam dunia kimia, ada dua kelompok besar senyawa yang sering dibahas: senyawa organik dan senyawa anorganik.
Keduanya sama-sama penting, namun memiliki perbedaan yang cukup jelas. Yuk, kita bedah satu per satu.
Apa Itu Senyawa Organik?
Senyawa organik adalah senyawa yang kerangka utamanya dibangun dari atom karbon (C) dan hidrogen (H).
Selain itu, unsur lain seperti oksigen, nitrogen, fosfor, sulfur, atau halogen juga sering hadir dalam strukturnya.
Senyawa ini umumnya berasal dari makhluk hidup atau proses biologis, misalnya fotosintesis, fermentasi, dan metabolisme.
Beberapa contoh senyawa organik yang akrab di kehidupan sehari-hari adalah gula, etanol, protein, lemak, hingga benzena.
Apa Itu Senyawa Anorganik?
Berbeda dengan senyawa organik, senyawa anorganik tidak dibangun terutama dari kerangka karbon-hidrogen.
Meski bisa saja mengandung karbon, konteks dan strukturnya tetap berbeda.
Senyawa ini biasanya ditemukan pada mineral, batuan, air, maupun unsur logam dan non-logam.
Baca Juga: Cara Membuat Kalimat Tanya dalam Bahasa Inggris
Contoh senyawa anorganik antara lain air (H₂O), garam dapur (NaCl), karbon dioksida (CO₂), asam sulfat (H₂SO₄), dan natrium hidroksida (NaOH).
Perbedaan Sifat Senyawa Organik dan Anorganik
Perbedaan keduanya bisa dilihat dari sifat fisika maupun kimianya.
Senyawa organik umumnya memiliki titik didih dan titik leleh yang relatif rendah, serta mudah terbakar karena banyak mengandung ikatan C–H. Reaksinya juga bisa lebih lambat karena molekulnya sering kompleks.
Sebaliknya, senyawa anorganik cenderung memiliki titik didih dan titik leleh tinggi. Banyak yang bersifat ionik sehingga mudah larut dalam air dan dapat menghantarkan listrik.
Dari sisi kestabilan, senyawa anorganik biasanya tidak mudah terbakar dan lebih tahan panas.
Awalnya, orang percaya senyawa organik hanya bisa berasal dari makhluk hidup.
Namun, keyakinan itu runtuh setelah ilmuwan Friedrich Wöhler berhasil mensintesis urea dari bahan anorganik pada tahun 1828.
Sejak itu, definisi senyawa organik tidak lagi berdasarkan asal-usulnya, melainkan pada struktur atomnya.
Singkatnya, senyawa organik adalah senyawa kaya karbon dan hidrogen yang banyak ditemukan pada makhluk hidup, sedangkan senyawa anorganik lebih banyak ditemukan di alam tak hidup seperti mineral, air, dan garam.
Baca Juga: Kemenkes Tegaskan Tidak Ada Kasus Cacar Monyet di Meranti
Senyawa organik cenderung mudah terbakar dan memiliki titik didih rendah, sedangkan senyawa anorganik umumnya lebih stabil, punya titik didih tinggi, dan sering mampu menghantarkan listrik.
Dengan memahami perbedaan keduanya, kita bisa lebih mudah mempelajari reaksi kimia sekaligus melihat bagaimana kedua jenis senyawa ini hadir dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia industri.
Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






