Alibaba dan Moonshot China Klaim Model AI Terbaru, Tantang OpenAI dan Google

AKURAT.CO Alibaba Group Holding dan Moonshot AI resmi meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang diklaim mampu menyaingi OpenAI dan Google DeepMind. Peluncuran ini menjadi rilis model AI utama pertama dari Tiongkok pada tahun ini.
Alibaba Cloud memperkenalkan Qwen3-Max-Thinking sebagai model terbesar dan tercanggih dalam keluarga Qwen. Perusahaan menyebutnya sebagai model terbaik sejauh ini dengan peningkatan signifikan pada kemampuan agen dan penggunaan alat.
Model Qwen3-Max-Thinking telah tersedia di platform cloud Alibaba serta situs chatbot resminya. Alibaba juga menyatakan model ini akan segera hadir di aplikasi konsumen Qwen dalam waktu dekat.
Qwen3-Max-Thinking merupakan pengembangan terbaru dari seri Qwen3 yang sebelumnya mencakup model berukuran ratusan juta hingga ratusan miliar parameter. Kini, ukuran model tersebut telah melampaui 1 triliun parameter untuk meningkatkan kecerdasan dan akurasi.
Baca Juga: Apple Gandeng Alibaba untuk Hadirkan Fitur AI di Tiongkok
Alibaba menjelaskan bahwa peningkatan kinerja dicapai melalui skala model yang lebih besar dan penggunaan sumber daya komputasi signifikan untuk pembelajaran penguatan. Selain itu, perusahaan menerapkan teknik penskalaan waktu uji agar komputasi difokuskan pada bagian yang masih belum pasti.
Alibaba mengklaim performa Qwen3-Max-Thinking sebanding dengan model AI terkemuka asal AS seperti Claude-Opus-4.5 dan Gemini 3 Pro. Klaim ini memperkuat posisi Alibaba dalam persaingan AI global, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Rabu (28/1/2026).
Meski begitu, sebagian penggemar Qwen menyayangkan keputusan Alibaba yang belum membuka model Max sebagai sumber terbuka. Selama ini, keluarga Qwen dikenal luas sebagai salah satu model open-source paling populer di dunia.
Sementara itu, Moonshot AI meluncurkan Kimi K2.5 dan menyebutnya sebagai model AI sumber terbuka paling kuat saat ini. Model ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengembangan aplikasi, khususnya di bidang pengkodean.
Kimi K2.5 memperkenalkan fitur 'swarm agents' yang memungkinkan hingga 100 subagen bekerja secara paralel. Fitur ini diklaim mampu menangani tugas pengkodean kompleks dengan lebih cepat dan efisien.
Moonshot juga menambahkan kemampuan multimodal pada Kimi K2.5, termasuk pemrosesan teks, gambar dan video. Meski optimistis dengan arah pengembangan AI, Alibaba mengakui keterbatasan sumber daya komputasi masih menjadi tantangan besar ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







