Elon Musk Ingin Bangun Pabrik Satelit AI di Bulan, Ambisi xAI Kian Ekstrem

AKURAT.CO CEO xAI sekaligus bos Tesla, Elon Musk, kembali memicu kontroversi dengan ide ambisius membangun pabrik satelit kecerdasan buatan (AI) di bulan. Gagasan tersebut ia sampaikan dalam pertemuan internal perusahaan, dengan visi memproduksi satelit AI langsung dari fasilitas luar angkasa.
Fasilitas imajiner itu akan dilengkapi 'mass driver' atau ketapel luar angkasa untuk meluncurkan satelit ke orbit. Satelit tersebut dirancang menyediakan daya komputasi masif guna memperkuat kemampuan kecerdasan buatan milik xAI.
"Sulit membayangkan apa yang akan dipikirkan oleh kecerdasan dengan skala itu, tetapi akan sangat menarik untuk melihatnya terjadi," ujar Musk, dikutip dari The New York Times, Senin (16/2/2026).
Musk menilai pendekatan ini membuat xAI dapat memperoleh kapasitas energi dan komputasi yang melampaui kompetitor. Ia bahkan menyebut skala kecerdasan yang tercipta nantinya sulit dibayangkan, tetapi akan menjadi lompatan besar dalam pengembangan AI.
Ambisi ini muncul tak lama setelah SpaceX mengumumkan rencana akuisisi xAI. Musk menyebut hal tersebut sebagai babak baru kolaborasi dua perusahaannya untuk memperluas eksplorasi luar angkasa sekaligus mengakselerasi pengembangan AI.
Baca Juga: SpaceX Akuisisi xAI, Elon Musk Siapkan Pusat Data AI di Luar Angkasa
Di platform X, Musk juga menegaskan fokus baru SpaceX membangun basis permanen di bulan sebelum menuju Mars. Ia mengklaim proyek kota mandiri di bulan berpotensi terwujud dalam satu dekade, sementara misi Mars membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun.
"Bagi mereka yang tidak tahu, SpaceX telah mengalihkan fokus untuk membangun kota yang tumbuh sendiri di Bulan, karena kami berpotensi mencapainya dalam waktu kurang dari 10 tahun, sedangkan Mars akan memakan waktu 20+ tahun," tulis Musk di X.
Menariknya, sejumlah mantan eksekutif SpaceX menyebut bulan sebelumnya bukan prioritas utama perusahaan. Kini, Musk memposisikan bulan sebagai batu loncatan menuju Mars dan bahkan eksplorasi sistem bintang lain.
Dalam kesempatan yang sama, Musk mengungkapkan X memiliki sekitar 600 juta pengguna aktif bulanan, meski angka tersebut belum terverifikasi independen. Saat diakuisisi pada 2022, platform yang dulu bernama Twitter dilaporkan memiliki sekitar 237 juta pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi iklan.
Untuk mendorong pertumbuhan, Musk menyiapkan ekspansi layanan seperti fitur finansial X Money dan aplikasi percakapan terpisah. Target jangka panjangnya adalah melampaui satu miliar pengguna aktif harian.
Namun di tengah ambisi tersebut, xAI juga menghadapi tantangan internal. Dua pendiri awalnya, Jimmy Ba dan Tony Wu, dikabarkan mengundurkan diri dalam beberapa hari terakhir.
Produk chatbot andalannya, Grok, juga sempat menuai sorotan terkait dugaan pembuatan konten deepfake. Isu ini menambah tekanan terhadap xAI di tengah persaingan ketat dengan raksasa AI lain seperti OpenAI dan Google DeepMind.
Secara industri, gagasan pabrik satelit AI di bulan mencerminkan tren integrasi antara komputasi, energi dan eksplorasi luar angkasa. Jika benar direalisasikan, upaya ini bukan hanya soal supremasi AI, tetapi juga potensi redefinisi infrastruktur komputasi global berbasis orbit dan sumber daya luar bumi.
Meski terdengar futuristik, realisasi proyek semacam itu masih menyisakan banyak pertanyaan teknis dan finansial. Namun satu hal jelas, Musk kembali menunjukkan pendekatan ekstremnya dalam mendorong batas teknologi, sekaligus menguji seberapa jauh pasar siap mengikuti visinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







