Akurat Logo

Pentagon Buka 41 File UFO, Ada Kesaksian Pilot soal Objek Segitiga

Yusuf Tirtayasa | 22 Agustus 2026, 14:09 WIB
Pentagon Buka 41 File UFO, Ada Kesaksian Pilot soal Objek Segitiga
Ilustrasi UFO. (AI)

AKURAT.CO Pentagon kembali merilis dokumen, gambar, dan video terkait UFO atau unidentified anomalous phenomena (UAP). Dalam rilis terbaru yang menjadi gelombang kelima, pemerintah Amerika Serikat membuka 41 file yang berasal dari Pentagon, FBI, CIA, Departemen Luar Negeri, hingga Executive Office of the President.

Dikutip dari CBS News, dokumen tertua dalam kumpulan tersebut berasal dari 1950, sedangkan yang terbaru berasal dari 2026. Salah satu laporan menarik perhatian karena memuat kesaksian seorang mantan pilot militer yang mengaku melihat objek berbentuk segitiga berukuran sangat besar hingga menutupi bintang-bintang di langit Afghanistan pada 2002.

Pentagon Rilis 41 File UFO

Rilis terbaru Pentagon merupakan bagian dari perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada Januari untuk mendorong militer dan sejumlah lembaga pemerintah membuka lebih banyak dokumen terkait UFO. Pentagon menyatakan dokumen akan terus dirilis secara bertahap.

Sebagian besar file terbaru berisi video dengan kualitas gambar yang terbatas, termasuk rekaman objek yang tertangkap sensor dan kamera militer. Enam video memperlihatkan versi berbeda dari sebuah insiden yang terjadi di atas Teluk Oman pada September 2021 ketika pasukan operasi khusus berada di dalam pesawat AC-130J.

Menurut laporan intelijen yang menyertai rekaman tersebut, pasukan di dalam pesawat mengamati sekitar 25 objek UAP selama latihan tembak. Objek tersebut digambarkan sebagai bola dingin yang terbang pada ketinggian rendah dengan kecepatan antara 250 hingga 1.300 mil per jam, bergerak dalam berbagai formasi dan melakukan manuver agresif.

Beberapa objek juga disebut tampak bereaksi ketika pesawat menembakkan meriam utamanya. Insiden tersebut belum dapat diselesaikan oleh All-domain Anomaly Resolution Office, badan Pentagon yang menangani investigasi UAP.

File lain memperlihatkan rekaman dari pesawat militer Amerika Serikat di atas wilayah berpenduduk di Timur Tengah pada 2025. Pentagon menyatakan insiden tersebut juga masih belum terpecahkan. Ada pula video yang direkam seorang agen pemerintah AS di wilayah barat Amerika Serikat pada 2026 menggunakan sensor inframerah.

Pilot Klaim Melihat Objek Segitiga Raksasa

Salah satu dokumen yang paling menarik adalah laporan wawancara FBI terhadap seorang mantan pilot militer pada 2024. Pilot tersebut mengatakan bahwa ia mulai melihat cahaya aneh di langit ketika melakukan penerbangan pada 2023. Cahaya berwarna putih itu awalnya redup, kemudian semakin terang sebelum menghilang. Siklus kemunculannya berlangsung sekitar 10 detik hingga satu menit, dan ia mengaku melihat fenomena tersebut sekitar 10 kali.

Namun, kesaksian yang lebih mencolok berkaitan dengan pengalamannya ketika bertugas di Afghanistan pada 2002. Sekitar pukul 04.30 waktu setempat, pilot tersebut mengatakan bintang-bintang di atas Bagram tampak tertutup oleh sesuatu yang sangat besar.

Menurut kesaksiannya, objek tersebut bergerak dari barat ke timur dalam bentuk segitiga sama sisi, tanpa suara dan tanpa lampu yang terlihat. Kecepatannya diperkirakan sekitar 150 knot, sedangkan ukurannya diperkirakan mencapai 500 kaki atau sekitar 152 meter. Pilot lain yang berada bersamanya juga disebut melihat objek tersebut dan bertanya, “Did you see that?”

FBI kemudian membuat ilustrasi berdasarkan kesaksian pilot tersebut. Meski demikian, pelepasan dokumen ini tidak berarti Pentagon telah memastikan bahwa objek-objek tersebut berasal dari teknologi luar bumi. Sebagian kasus masih berstatus tidak teridentifikasi dan belum memiliki penjelasan final. Pentagon menyatakan akan melanjutkan publikasi dokumen UFO secara berkala.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.