Menko AHY dan Pratikno Bertemu Bahas Penanggulangan Bencana Alam hingga Infrastruktur Sanitasi
Camelia Rosa | 15 Januari 2025, 15:40 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bertemu dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.
Pertemuan tersebut membahas tiga agenda strategis dalam pembangunan nasional yang inklusif dan tanggap bencana.
Adapun agenda pertama, Menko AHY menekankan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi berbagai risiko bencana alam, mengingat posisi geografis Indonesia yang berada di Ring of Fire. Terdapat 12 jenis bencana berisiko tinggi yang mengancam Indonesia, termasuk gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, kebakaran hutan, dan cuaca ekstrem.
"Kalau kita tidak siap, tidak responsif, dan tidak adaptif, kerugian besar bisa terjadi di berbagai sektor," jelas AHY dalam keterangannya, Rabu (15/1/2025).
AHY yang juga pernah menjabat sebagai Menteri ATR/Kepala BPN ini juga menggarisbawahi pentingnya inovasi untuk memastikan konstruksi bangunan dan infrastruktur di Indonesia semakin andal dan tahan terhadap dampak bencana.
"Kita bisa belajar dari negara-negara maju, termasuk yang baru-baru ini menghadapi bencana besar, untuk membangun infrastruktur yang efisien, tepat sasaran, dan resilient," tambahnya.
Agenda kedua yang dibahas adalah pengembangan infrastruktur yang ramah bagi penyandang disabilitas dan masyarakat rentan, termasuk lansia. AHY dan Pratikno menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas publik, seperti stasiun, terminal, bandara, dan dermaga, agar dapat melayani semua kelompok masyarakat.
"Ke depan, kita ingin menghadirkan infrastruktur yang inklusif, yang benar-benar berpihak pada penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya," tegas AHY.
Masalah sanitasi menjadi agenda ketiga yang mendapat perhatian khusus. AHY menekankan pentingnya pembangunan sanitasi di kawasan permukiman, baik yang sudah ada maupun yang akan dikembangkan, termasuk penyediaan jamban, air bersih, dan akses air minum.
"Stunting bukan hanya soal kurang makan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas kehidupan masyarakat, terutama akses terhadap sanitasi dan air bersih," ujar AHY.
Rapat koordinasi ini pun diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong pembangunan nasional yang lebih tanggap, inklusif, dan berkualitas. “Semoga negeri kita senantiasa terlindung dari bencana, tetapi kesiapsiagaan harus selalu menjadi prioritas kita,” tukas AHY.
Dalam kesempatan yang sama, Menko PMK, Pratikno menekankan pentingnya peran infrastruktur dalam mendukung penyelesaian berbagai permasalahan kesehatan dan sosial di Indonesia.
Pratikno pun memaparkan permasalahan kesehatan seperti Tuberkulosis (TBC) tidak hanya dapat diselesaikan melalui pengobatan, tetapi juga memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai seperti perumahan yang layak, serta lingkungan yang sehat.
Selain itu, isu stunting juga disebut memiliki hubungan erat dengan infrastruktur, terutama terkait dengan akses air bersih dan sanitasi yang memadai.
"Stunting erat kaitannya dengan infrastruktur karena terkait dengan air bersih, sanitasi, dan lainnya. Jadi, banyak sekali agenda-agenda strategis di Kemenko PMK yang sangat-sangat dipengaruhi oleh kontribusi dari Kemenko Infrastruktur," terang Pratikno.
Pratikno menekankan bahwa isu-isu strategis yang menjadi fokus Kemenko PMK memerlukan dukungan penuh, baik dalam perencanaan maupun implementasi.
"Kami berharap isu-isu ini kalau seandainya memungkinkan, mohon bisa diprioritaskan di 2025, tapi minimal perencanaan tahun 2026, itu benar-benar mohon dengan sangat kiranya untuk bisa dikawal," tukas Pratikno.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









