Semen Indonesia Gandeng Asatu Realty Property Group Dukung 3 Juta Rumah
Hefriday | 6 Agustus 2025, 17:41 WIB

AKURAT.CO Upaya pemerintah dalam merealisasikan Program 3 Juta Rumah mendapat dukungan nyata dari kolaborasi lintas sektor, khususnya antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) klaster infrastruktur dan pengembang properti.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyambut baik kerja sama tersebut sebagai langkah strategis dalam percepatan penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
Direktur Keterbukaan Publik, Transparansi, dan Akuntabilitas Kementerian PKP, Brigjen Pol. Julisa Kusumowardono, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama antara PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan Asatu Realty Property Group dalam pembangunan Perumahan Graha Asatu Puncak.
“Kerja sama ini merupakan cerminan semangat gotong royong dalam mewujudkan rumah untuk rakyat. Ini bukan sekadar proyek, melainkan solusi nyata yang dapat menjadi percontohan nasional dalam penyediaan hunian berkualitas,” ujar Julisa dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Julisa menambahkan bahwa proyek tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi yang mendukung target pemerintah dalam menciptakan perumahan yang berkelanjutan dan berstandar tinggi. Terlebih, pembangunan dilakukan dengan menggunakan bata interlock presisi, sebuah inovasi material bangunan yang efisien, kuat, dan ramah lingkungan.
Sementara itu, Direktur Sales & Marketing SIG Dicky Saelan menyatakan bahwa keberhasilan program sejuta rumah tidak bisa dilakukan secara sektoral, melainkan melalui sinergi antara semua pihak, baik pemerintah, BUMN, swasta, maupun pengembang.
“Kesamaan visi antara SIG dan Asatu Realty memungkinkan kami membangun hunian yang tidak hanya layak, tetapi juga berkualitas dan aman. Kami percaya bahwa masyarakat Indonesia berhak mendapatkan rumah yang memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan,” tutur Dicky.
Bata interlock presisi yang digunakan dalam pembangunan proyek ini merupakan produk inovatif yang dikembangkan dari semen hijau, dan bekerja dengan sistem balok saling mengunci. Teknologi ini memungkinkan pembangunan menjadi lebih cepat, hemat material, dan tahan terhadap gempa serta api.
Selain efisien, teknologi tersebut juga mendukung prinsip keberlanjutan dalam pembangunan. Menurut Dicky, penggunaan material ramah lingkungan seperti bata interlock presisi akan memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan mengurangi limbah konstruksi.
Kerja sama ini juga disebut menjadi dukungan langsung terhadap visi Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan rumah rakyat sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.
“Dengan pendekatan inovatif dan kolaboratif ini, kami berharap semakin banyak pihak yang terdorong untuk berkontribusi dalam pencapaian Program 3 Juta Rumah,” kata Julisa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









