Kementerian PU Kebut Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena. Saat ini tengah dikerjakan Segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 km yang menghubungkan wilayah Provinsi Papua dengan Papua Pegunungan.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan dan jembatan merupakan fondasi untuk memperkuat konektivitas antarpusat pertumbuhan ekonomi.
"Pengembangan jaringan jalan dan jembatan yang menghubungkan kota, pulau, hingga daerah tertinggal di seluruh Indonesia kami lakukan untuk membuka akses bagi investasi, mendukung kawasan industri, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat konektivitas," kata Dody dalam keterangannya, dikutip Senin (3/8/2026).
Baca Juga: Kementerian PU Tangani 294 Titik Kekeringan di Indonesia
Ruas Jayapura–Wamena Segmen Mamberamo–Elelim dibangun sebagai penghubung utama untuk memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya logistik, sekaligus menurunkan harga kebutuhan pokok di Papua Pegunungan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Kehadirannya diharapkan dapat mempermudah anak-anak menuju sekolah, mempercepat akses pasien ke fasilitas kesehatan, memperlancar pelayanan pemerintahan, hingga mempercepat distribusi kebutuhan pokok.
Dengan konektivitas yang semakin baik, biaya angkut barang diproyeksikan menurun sehingga harga kebutuhan sehari-hari yang selama ini relatif tinggi akibat sulitnya akses transportasi dapat menjadi lebih terjangkau.
Pembangunan Ruas Jayapura–Wamena Segmen Mamberamo–Elelim dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan mekanisme pembayaran berbasis layanan atau Availability Payment (AP). Pekerjaan konstruksi ruas ini telah dimulai sejak Juli 2024 dan ditargetkan selesai pada November 2026.
Hingga pertengahan Juli 2026, progres fisik konstruksinya telah mencapai 51,59% dengan meliputi pekerjaan pembukaan dan pembentukan badan jalan, pembangunan struktur perkerasan jalan, drainase, jembatan, bangunan pelengkap, pekerjaan tanah, pengamanan lereng, perlengkapan jalan hingga pembangunan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).
Pembangunan Ruas Jayapura–Wamena Segmen Mamberamo–Elelim memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia. Ruas ini melintasi kawasan pegunungan dengan tebing curam, hutan lebat, curah hujan tinggi hampir sepanjang tahun, serta potensi bencana alam seperti longsor.
Mobilisasi alat berat dan material konstruksi juga memerlukan waktu dan penanganan khusus karena terbatasnya akses menuju lokasi pekerjaan.
Meski menghadapi tantangan alam yang berat, Kementerian PU terus mengupayakan percepatan pembangunan dengan tetap mengutamakan mutu konstruksi dan keselamatan kerja, termasuk penerapan teknologi dan metode konstruksi modern.
Perencanaan trase dilakukan menggunakan teknologi survei RTK (Real-Time Kinematic) berbasis satelit GNSS yang dipadukan dengan survei LiDAR sehingga menghasilkan data topografi yang akurat.
Selain itu, dilakukan survei geoteknik secara detail sebagai dasar desain konstruksi, penyesuaian metode kerja terhadap kondisi medan dan cuaca, serta pengawasan mutu dan keselamatan kerja secara ketat.
Pembangunan Jalan Trans Papua ini juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui pelibatan tenaga kerja lokal. Hingga saat ini, sebanyak 116 tenaga kerja lokal atau sekitar 28% dari total pekerja proyek turut berkontribusi dalam proses pembangunan.
Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur memberikan manfaat sejak proses konstruksi berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









