Antisipasi Gagal Panen, Kementerian PU Distribusikan 25.000 Liter Air ke Sawah Sumbawa

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat penanganan dampak kekeringan pada sektor pertanian dengan memastikan ketersediaan air bagi lahan sawah yang terdampak.
Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram, Kementerian PU menyalurkan 25.000 liter air irigasi untuk membantu menyelamatkan tanaman padi dari ancaman gagal panen di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap dampak kekeringan, termasuk melalui optimalisasi sumber daya air yang tersedia untuk menjaga keberlanjutan layanan irigasi bagi masyarakat.
Baca Juga: Kementerian PU Kebut Pembangunan Underpass Bitung, Target Rampung Februari 2027
Penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu," kata Dody dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Air tersebut dimanfaatkan untuk penyiraman areal persawahan seluas 18,6 hektare yang mengalami kekeringan dan berpotensi mengalami gagal panen.
Sebanyak 40 petani yang mengusahakan tanaman padi pada Musim Tanam (MT) II menjadi penerima manfaat kegiatan tersebut. Saat distribusi dilakukan, tanaman padi rata-rata telah berusia sekitar 70 hari.
Langkah distribusi air ini merupakan bentuk respons Kementerian PU dalam membantu petani yang lahannya terdampak kekeringan.
Kementerian PU terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan air, terutama pada areal yang masih dapat diselamatkan.
D.I Mamak memiliki luas layanan sekitar 3.800 hektare dengan sumber utama air berasal dari Bendungan Mamak.
Dalam kondisi kekeringan, alternatif sumber air juga diupayakan melalui Sungai Lape dengan melakukan pemompaan dari air buangan irigasi untuk mendukung kebutuhan air di lahan pertanian.
BBWS Nusa Tenggara I akan terus mengupayakan distribusi air secara bertahap sesuai kondisi ketersediaan sumber air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









