Kementerian PU Kerahkan Infrastruktur Air Tangani Karhutla di 3 Provinsi

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat penanganan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, termasukKalimantan Utara (Kaltara), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Maluku Utara (Malut).
Penanganan dilakukan melalui penyaluran air untuk pemadaman serta pengerahan personel dan peralatan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dan kekeringan pada musim kemarau melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta penyediaan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan di lapangan.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Medan Rampung, Kapasitas Capai 1.080 Siswa
“Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat,” kata Dody, Senin (21/9/2026).
Di Kaltim, dukungan penanganan karhutla dilakukan di Kampung Kasai dan Kampung Batu-batu, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau. Kebakaran di area tersebut diperkirakan berdampak pada lahan seluas sekitar 3 hektare.
Sedangkan di Kaltara penanganan dilakukan BWS Kalimantan V dan BPBPK Kaltara bersama KPHP Berau Utara, Manggala Agni, Polri Berau, serta PT Puji Sempurna Raharja.
Peralatan yang dikerahkan antara lain dua unit mobil dalkarhutla milik KPHP Berau Utara, satu unit kendaraan BWS Kalimantan V dan BPBPK, satu unit mobil patroli double cabin KPHP, dua unit sepeda motor Manggala Agni, serta dua unit truk suplai air milik PT Puji Sempurna Raharja.
Hingga saat ini sekitar 1,5 hektare telah berhasil dipadamkan. Selanjutnya, distribusi dan kegiatan penanganan lanjutan akan dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD Kabupaten Berau dan instansi terkait lainnya.
Penanganan di Maluku Utara
Sementara di Maluku Utara, kebakaran terjadi pada lahan perkebunan di Desa Dakaino, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur. Lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 100 hektare dan merupakan lahan yang dikelola oleh sekitar 50 petani.
Untuk membantu pemadaman, BWS Maluku Utara menyalurkan sebanyak 25.000 liter air menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter, kendaraan pengangkut air berkapasitas 1.000 liter, serta pompa Alkon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









