Baru Terealisasi 50 Persen, Pemerintah Kebut Targetr 350.000 Rumah Subsidi di 2026

AKURAT.CO Pemerintah masih harus mengejar penyaluran 172.839 unit rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga akhir 2026. Pasalnya, realisasi program tersebut baru mencapai 177.161 unit atau 50,62% dari target 350.000 unit per 9 Oktober 2026.
Dengan sisa waktu sekitar dua setengah bulan, pemerintah perlu mengoptimalkan penyaluran pembiayaan sekaligus mengatasi berbagai kendala di lapangan. Persoalan tersebut mencakup pemanfaatan potensi permintaan rumah subsidi, kesiapan pasokan hunian, hingga penyelesaian pembangunan fisik rumah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menggelar rapat evaluasi untuk membahas strategi percepatan penyaluran FLPP 2026 di Jakarta.
Berdasarkan data BP Tapera, penyaluran KPR subsidi melalui FLPP terdiri atas 177.140 unit rumah tapak dan 21 unit rumah susun. Sementara itu, potensi permintaan tercatat sebanyak 39.155 unit dan potensi pasokan mencapai 27.443 unit.
Angka tersebut menunjukkan masih terdapat pekerjaan rumah untuk mengoptimalkan potensi yang tersedia agar dapat dikonversi menjadi realisasi pembiayaan.
Pemerintah bersama perbankan dan pengembang perlu memastikan calon konsumen dapat mengakses pembiayaan, sementara rumah yang ditawarkan memenuhi persyaratan untuk segera diproses hingga akad kredit.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menegaskan, pentingnya menjaga kolaborasi seluruh pihak agar program FLPP dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Program ini harus semakin meluas lagi dan kebermanfaatannya untuk masyarakat luas. Kami tetap berharap tahun ini kita masih kompak, full power, untuk mencapai target maksimal. Mudah-mudahan realisasi tahun lalu itu bisa kita kalahkan,” ujar Heru dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).
Heru menambahkan, sisa waktu hingga akhir tahun harus dimanfaatkan secara maksimal melalui kerja sama yang lebih intensif antara BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh ekosistem perumahan.
Untuk mengejar target tersebut, BP Tapera meminta setiap wilayah menyusun rencana pemasaran berdasarkan potensi daerah dan target penyaluran. Rencana itu mencakup penentuan lokasi, bank penyalur, jadwal kegiatan, serta penanggung jawab pelaksanaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










