Kementerian PU Usulkan Penanganan Jalur Lintas Utara Flores, Kebutuhan Dana Rp5,2 Triliun

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengusulkan penanganan tahap awal Jalur Lintas Utara Pulau Flores melalui skema Instruksi Presiden tentang Jalan Daerah (IJD).
Jalur sepanjang 418,62 km dengan total kebutuhan penanganan sekitar Rp5,2 Triliun tersebut dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas dan kesiapsiagaan bencana di Flores.
Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono menjelaskan bahwa Jalur Lintas Utara Pulau Flores merupakan Jalan Non Nasional dengan total kebutuhan penanganannya diperkirakan Rp 5,2 Triliun mencakup pekerjaan fisik, desain, pengawasan, manajemen konstruksi, serta variation order dan eskalasi.
Baca Juga: Banjir Bandang Solok, Kementerian PU Pasang EWS di 3 Titik dan Siapkan Sabo Dam
Selain itu terdapat kebutuhan penyiapan studi kelayakan dan dokumen lingkungan pada tahun anggaran 2027 untuk lima kabupaten (Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende).
“Untuk tahap awal, kami mengusulkan penanganan ruas Labuan Bajo–Boleng dan Boleng–Terang melalui skema Instruksi Presiden tentang Jalan Daerah (IJD). Untuk ruas lainnya, masih diperlukan perencanaan dan sumber pendanaan lanjutan, termasuk kemungkinan pinjaman luar negeri. Kami juga berharap dukungan pemerintah daerah dalam penyiapan lahan,” kata Triono dikutip dari laman Kementerian PU, Rabu (14/10/2026).
Usulan penanganan Jalur Lintas Utara Flores mencakup 16 ruas jalan sepanjang 418,62 km dari total panjang Labuan Bajo–Maumere 472,48 km. Jalur ini melintasi tujuh Kabupaten, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Sementara itu, Direktur Preservasi Wilayah II Ditjen Bina Marga, Freddy Siagian, menambahkan bahwa anggaran IJD tahap awal yang disiapkan sekitar Rp84 Miliar. “Sedangkan, untuk perencanaannya saat ini masih dalam tahap studi kelayakan dan prosesnya sedang berjalan,” ujarnya.
Di sisi lain, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan rasa syukur pada perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan pembangunan Jalur Lintas Utara Pulau Flores.
“Jalur ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mendukung akses ketika terjadi bencana. Jalur tersebut bukan hanya mendukung konektivitas, tetapi juga akses menuju layanan pendidikan, kesehatan, serta kegiatan ekonomi masyarakat,” tutur Emanuel.
Emanuel menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah berkoordinasi dengan para bupati terkait penyiapan lahan. “Kami sudah berkoordinasi dengan para bupati. Pemerintah provinsi dan kabupaten siap mendukung penyiapan lahan yang diperlukan untuk pembangunan Jalur Lintas Utara Pulau Flores,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









