Butuh Return Cepat? Jajal 7 Instrumen Investasi Jangka Pendek Ini

AKURAT.CO Investasi jangka pendek adalah investasi yang bersifat sementara dan umumnya dapat dengan mudah dicairkan dalam waktu singkat. Secara sederhana, jenis investasi ini tidak dirancang untuk jangka panjang, sehingga dapat dicairkan kapan saja oleh investor.
Biasanya, investor akan menarik investasi ini dalam bentuk uang tunai dalam periode 3-12 bulan. Meskipun bersifat sementara, investasi jangka pendek tetap merupakan strategi yang relevan bagi para investor. Lalu, investasi jangka pendek apa saja yang menghasilkan cuan? Berikut investasi jangka pendek yang mendatangkan cuan lebih cepat.
Baca Juga: 10 Tips Investasi Apartemen Studio Biar Cuan Maksimal
1. Reksa Dana Pasar Uang
Meski reksa dana biasanya dipandang sebagai instrumen untuk investasi jangka menengah hingga panjang, ada jenis reksa dana yang dikhususkan untuk investasi jangka pendek. Jenis reksa dana ini dikenal sebagai Reksa Dana Pasar Uang. Dana yang diinvestasikan dalam reksa dana ini ditempatkan pada instrumen pasar uang, seperti deposito, surat berharga komersial, dan obligasi jangka pendek.
Investasi pada Reksa Dana Pasar Uang adalah pilihan tepat bagi mereka yang membutuhkan tempat aman untuk menyimpan dana jangka pendek, seperti dana darurat atau uang yang akan digunakan dalam waktu dekat. Reksa Dana Pasar Uang umumnya memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan reksa dana yang lebih fokus pada pertumbuhan modal.
2. Deposito
Deposito adalah produk tabungan di bank yang melibatkan penyetoran dana untuk periode tertentu, dan dana tersebut hanya bisa diambil pada tanggal jatuh tempo. Bunga deposito juga bersifat tetap hingga jatuh tempo.
Keamanan investasi jenis ini sangat terjamin karena diawasi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang memberikan jaminan simpanan hingga Rp2 miliar. Oleh karena itu, deposito tetap menjadi pilihan investasi yang aman dan menguntungkan.
Deposito jangka pendek sering menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menyimpan dana dengan risiko minimal dan memiliki kebutuhan akses dana yang terbatas dalam periode tertentu. Meskipun menawarkan keamanan dan kepastian, deposito jangka pendek mungkin kurang ideal bagi investor yang mencari pertumbuhan modal yang lebih tinggi atau memiliki horizon investasi yang lebih panjang.
3. Saham Dividen
Investasi saham dividen adalah strategi di mana investor memilih saham dari perusahaan yang secara rutin membayar dividen kepada pemegang saham. Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham sebagai bentuk imbalan atas kepemilikan mereka.
Strategi ini fokus pada mendapatkan pendapatan reguler dari dividen sebagai bagian dari pengembalian investasi. Saham dividen bisa menjadi pilihan baik bagi investor yang mencari pendapatan tetap, terutama mereka yang mengandalkan dividen sebagai sumber penghasilan pensiun atau pendapatan pasif lainnya.
Investor biasanya memilih saham dari perusahaan dengan sejarah pembayaran dividen yang stabil dan konsisten, yang mencerminkan stabilitas keuangan dan kepercayaan dalam kinerja perusahaan. Namun, seperti halnya semua strategi investasi, penting untuk melakukan riset yang mendalam, memahami saham yang dipilih, dan mempertimbangkan faktor risiko sebelum membuat keputusan investasi.
4. Surat Berharga Negara (SBN)
Surat Berharga Negara (SBN) adalah instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk investor. Investasi ini dapat dilakukan dengan jumlah mulai dari Rp1 juta. SBN dikenal sebagai investasi yang aman dan menguntungkan karena pembayaran modal dan imbalannya dijamin oleh negara dalam periode tertentu.
Keuntungan dari investasi ini diberikan dalam bentuk kupon yang dibayarkan oleh negara kepada investor. SBN meliputi Surat Utang Negara (SUN), seperti ORI, serta Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Bagi investor yang mencari obligasi sesuai dengan prinsip syariah, mereka dapat memilih SBSN, seperti Sukuk.
5. Peer to Peer (P2P) Lending
Model investasi baru ini semakin diminati oleh para pengembang usaha. Dengan model ini, nasabah dapat menerima keuntungan hampir setiap bulan dengan jumlah tertentu berdasarkan periode pinjaman yang dipilih.
Investor di P2P Lending dapat memperoleh bunga tahunan sebesar 15-20% dari pinjaman yang diberikan kepada debitur. Meskipun menawarkan potensi keuntungan yang tinggi, fintech ini juga membawa risiko yang cukup besar bagi para nasabahnya.
6. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Sertifikat Bank Indonesia (SBI) adalah alat yang digunakan oleh Bank Indonesia untuk mengatur peredaran rupiah. Pembeli SBI pada tahap awal akan langsung menerima bunga atau diskonto sesuai dengan BI Rate.
SBI memiliki risiko yang rendah dan keuntungan yang cepat, dengan periode investasi antara 1 hingga 12 bulan. Namun, SBI rentan terhadap inflasi, yang membuatnya kurang populer di kalangan investor.
7. SPN (Surat Perbendaharaan Negara)
Surat Perbendaharaan Negara (SPN) adalah jenis surat utang negara yang diterbitkan dengan jangka waktu hingga 12 bulan. Investor akan menerima imbal hasil dari kupon pada periode tertentu, dengan risiko gagal bayar yang relatif rendah. SPN juga dapat dijual kapan saja dengan harga yang cenderung stabil.
Itu dia beberapa jenis investasi jangka pendek yang mendatangkan cuan dan cocok bagi pemula. Selamat mencoba!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









