Bitcoin Anjlok, Pasar Kripto Kembali Tertekan Jelang KTT Kripto Gedung Putih

AKURAT.CO Pasar kripto lagi-lagi kembali mengalami tekanan signifikan, dengan Bitcoin yang sedang berjuang mendapatkan momentum di tengah spekulasi mengenai KTT Kripto Gedung Putih dan pembentukan Cadangan Strategis Amerika Serikat.
Meskipun optimisme seputar prospek kebijakan kripto di AS terus mengemuka, Bitcoin masih kesulitan mempertahankan level harga di atas USD87.000.
Penurunan pasar kripto tercermin dari penurunan lebih dari 4% pada hari itu, yang tidak hanya mempengaruhi Bitcoin, tetapi juga beberapa altcoin teratas.
Dimana pasar terlihat terpengaruh oleh korelasi yang semakin erat dengan pasar saham tradisional, di mana indeks seperti Nasdaq-100 dan S&P 500 telah mencatat penurunan masing-masing 9% dan 6% sejak rekor tertinggi pertengahan Februari.
Para analis menyoroti bahwa kekuatan makroekonomi saat ini sangat dominan. Investor lebih memilih aset berisiko rendah karena kondisi seperti inflasi yang stabil di sekitar 2,5% dan imbal hasil Treasury 10 tahun yang berada di kisaran 4,4% hingga 5%.
Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Kripto Tembus USD3 Triliun, Bitcoin dan Altcoin Kian Menguat
Ketidakpastian seputar kebijakan tarif yang diumumkan oleh Presiden AS juga turut menambah kekhawatiran pasar.
Penasihat Umum di Centrifuge, Eli Cohen menyatakan bahwa betapa dominannya faktor eksternal dalam menentukan arah pergerakan aset digital.
"Pasar kripto telah berkorelasi dengan pasar tradisional untuk beberapa waktu. Meskipun ada berita baik, kekuatan makro saat ini tidak memungkinkan sentimen positif mengatasi keseluruhan tekanan di pasar," ujarnya dikutip dari laman Fxstreet, Minggu (9/3/2025).
Sedangkan menurut Kepala Riset di Amberdata, Mike Marshall menambahkan bahwa tekanan makroekonomi membuat Bitcoin berada di bawah tekanan karena kondisi pasar yang menantang.
"Dengan imbal hasil yang tinggi dan ketidakpastian tarif, investor cenderung mencari aset yang lebih aman, sehingga memperlemah daya tarik Bitcoin sebagai aset berisiko," imbuhnya.
CEO Douro Labs, Mike Cahill, mengingatkan bahwa meskipun ada spekulasi optimis mengenai pembentukan Cadangan Strategis Bitcoin, faktor-faktor makro seperti potensi resesi global pada tahun 2025 bisa mengurangi efektivitas kebijakan tersebut.
Baca Juga: Berkah Ramadan 2025, Bitcoin Berpotensi Tembus USD100.000
Ia menegaskan bahwa cadangan strategis yang dibentuk menggunakan aset yang sudah disita tidak akan memberikan tekanan beli langsung pada pasar.
Tak hanya Bitcoin, altcoin yang terkait dengan stok aset digital seperti Ether (ETH), XRP, dan ADA juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 3%, 7%, dan 9% dalam 24 jam terakhir.
Hal ini menunjukkan bahwa tekanan pasar tidak hanya terbatas pada Bitcoin, melainkan menyebar ke seluruh ekosistem kripto.
Pernyataan dari AI dan Crypto Czar David Sacks yang menyebut XRP, SOL, dan ADA sebagai bagian dari cadangan kripto juga menuai tanggapan beragam.
Sacks mengungkapkan bahwa pernyataan tersebut diinterpretasikan secara berlebihan oleh sebagian pihak, meskipun ia menyebutkan bahwa aset-aset tersebut termasuk dalam lima teratas berdasarkan kapitalisasi pasar.
Sementara itu, Presiden Trump telah menandatangani perintah eksekutif pada hari Kamis untuk pembentukan Cadangan Strategis Bitcoin.
Perintah tersebut mengatur penggunaan aset yang diperoleh dari penyitaan aset kriminal atau sipil, sehingga tidak melibatkan pembelian baru yang bisa memicu tekanan beli langsung.
Secara keseluruhan, kondisi pasar kripto saat ini menunjukkan bahwa faktor-faktor makro dan korelasi dengan pasar saham tradisional memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga.
Meskipun ada harapan dari sisi kebijakan yang lebih ramah terhadap kripto, kekuatan ekonomi global yang menantang tetap menjadi penghambat utama bagi tren kenaikan yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








