AKURAT.CO Token Neon EVM (NEON) berhasil mencuri perhatian pasar kripto global usai mencatatkan lonjakan harga yang signifikan dalam waktu singkat. Dalam 24 jam terakhir, harga NEON naik lebih dari 35%, menjadikannya salah satu aset digital dengan performa terbaik hari ini.
Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya minat terhadap program Neon Dev Bootcamp – Mission 2, sebuah inisiatif pengembangan yang bertujuan mendorong para developer untuk membangun aplikasi Web3 di atas ekosistem Solana melalui teknologi Neon EVM.
Program ini dinilai membuka peluang baru dalam pengembangan proyek kripto berbasis smart contract, khususnya dengan penggunaan bahasa pemrograman Solidity di jaringan Solana.
Dikutip dari data dari CoinMarketCap, Kamis (15/5/2025), harga NEON pada hari ini tercatat naik ke level USD0,1845 atau sekitar Rp3.056. Volume perdagangan harian NEON pun ikut melesat hingga mencapai USD17,9 juta, mengalami peningkatan lebih dari 1.300% dibandingkan hari sebelumnya.
Kapitalisasi pasar NEON kini berada di kisaran USD44,19 juta, sementara rasio volume terhadap market cap mencapai 40,52%, menandakan likuiditas yang tinggi serta minat besar dari para trader.
Baca Juga: Harga Bitcoin Terkoreksi, Pasar Kripto Melemah di Tengah Derasnya Sentimen Global
Sebelumnya, harga NEON sempat menyentuh titik terendah harian di level USD0,1365, sebelum akhirnya melesat tajam hingga menembus angka USD0,20. Meski kemudian terkoreksi tipis, tren penguatan ini tetap menunjukkan indikasi bullish yang kuat di kalangan investor ritel dan institusional.
Dalam unggahan resmi akun X (dulu Twitter) Neon EVM, dijelaskan bahwa Mission 2 dari Dev Bootcamp ini mengajak peserta untuk membangun memecoin launchpad berbasis Raydium Protocol, sepenuhnya secara on-chain.
Proyek ini memungkinkan integrasi aplikasi menggunakan Solidity di ekosistem Solana, sesuatu yang sebelumnya dianggap terbatas.
Keunggulan utama dari Neon EVM terletak pada fitur composabilitynya, yang memungkinkan penggabungan berbagai protokol dalam satu aplikasi tanpa mengorbankan efisiensi. Hal inilah yang menarik para pengembang untuk mulai bereksperimen dengan berbagai ide Web3 di platform ini.
Sentimen positif dari komunitas juga tercermin dalam data on-chain, dengan lebih dari 87% pemegang NEON menunjukkan posisi bullish. Hal ini memberikan sinyal bahwa ekspektasi investor terhadap pertumbuhan NEON masih sangat tinggi, terutama jika program-program seperti Bootcamp ini terus berjalan secara konsisten.
Para analis menilai bahwa lonjakan NEON tidak hanya dipicu oleh program edukatif ini, tetapi juga oleh kondisi pasar yang sedang memburu aset dengan fundamental kuat dan prospek teknologi jangka panjang. Neon EVM yang mampu menjembatani Ethereum Virtual Machine (EVM) dengan Solana menjadi salah satu solusi teknologi yang mulai dilirik secara serius.
Dalam waktu dekat, pelaku pasar diprediksi akan terus memantau perkembangan proyek Neon EVM dan dampaknya terhadap pergerakan harga NEON. Jika momentum ini bisa dipertahankan, bukan tidak mungkin NEON akan memasuki fase reli jangka menengah yang lebih agresif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










