PPATK Bantah Isu Penarikan Uang Massal Usai Pemblokiran Rekening Dormant

AKURAT.CO Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membantah isu yang beredar di media sosial mengenai penarikan uang secara massal oleh nasabah bank.
Isu ini mencuat setelah kebijakan pemblokiran sementara terhadap rekening tidak aktif (dormant) yang dilakukan PPATK bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana, menegaskan, hingga kini tidak ada laporan dari sektor perbankan terkait aksi penarikan dana secara besar-besaran.
Ia juga menyebut bahwa kondisi sektor keuangan nasional justru dalam tren positif.
“Enggak, enggak ada sama sekali laporan dari teman-teman perbankan,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, dikutip pada Kamis (7/8/2025).
Isu antrean penarikan dana secara masif ini sebelumnya beredar di media sosial, termasuk akun Instagram @speaktion, yang mengunggah video antrean nasabah di sebuah kantor cabang bank.
Baca Juga: Rekomendasi Pasta Gigi Anak Terbaik 2025: Sakumini Kids Toothpaste Solusi Gigi Sehat
Unggahan itu mengklaim bahwa antrean terjadi akibat kabar pemblokiran rekening nasabah.
Menanggapi isu tersebut, OJK merilis data terkini yang menunjukkan stabilitas sektor jasa keuangan.
Dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan, Senin (4/8/2025), OJK memaparkan perkembangan penanganan rekening terindikasi penipuan serta kinerja industri perbankan.
Sejak pembentukan Indonesia Anti Scam Center (IASC), OJK telah menerima 204.011 laporan kasus penipuan keuangan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 129.793 laporan berasal dari lembaga jasa keuangan, dan 74.218 laporan dari masyarakat melalui kanal IASC.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa total 326.283 rekening dilaporkan terlibat dalam kasus-kasus tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 66.271 rekening telah diblokir dengan total kerugian masyarakat mencapai Rp4,1 triliun.
Dana yang berhasil diblokir untuk keperluan penyelidikan dan perlindungan konsumen mencapai Rp348,3 miliar.
Sementara itu, sektor perbankan masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang cukup stabil.
Hingga Juni 2025, total kredit yang disalurkan mencapai Rp8.059,79 triliun, tumbuh 7,77 persen secara tahunan (year-on-year).
Baca Juga: Teguh Setyabudi Diharapkan Mampu Benahi Food Station Usai Tersandung Kasus Beras Oplosan
Namun, angka ini menunjukkan perlambatan bila dibandingkan dengan pertumbuhan tahunan pada Mei 2025 yang mencapai 8,43 persen.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit ditopang oleh:
-
Kredit investasi: tumbuh 12,53 persen.
-
Kredit konsumsi: tumbuh 8,49 persen.
-
Kredit modal kerja: tumbuh 4,45 persen.
OJK menilai kondisi perbankan masih dalam koridor stabil dan terkendali, serta tetap optimistis terhadap pemulihan ekonomi nasional.
Laporan: Bayu Aji Pamungkas/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






