OJK-Menkeu Bentuk Tim Kerja Dorong Kinerja Pasar Modal
Hefriday | 10 Oktober 2025, 07:56 WIB

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sepakat membentuk Tim Kerja Bersama sebagai langkah konkret memperkuat koordinasi dan mempercepat kebijakan strategis dalam mendorong pertumbuhan pasar modal nasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengatakan, tim tersebut akan fokus menindaklanjuti berbagai isu dan masukan yang muncul dalam Dialog Pelaku Pasar Modal bersama Menteri Keuangan yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/10/2025).
“Kami melihat perlu dibuat satu Tim Kerja untuk melihat beberapa isu dan perhatian yang sudah diangkat tadi agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Mahendra dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta.
Dari sisi OJK, Tim Kerja akan berada di bawah koordinasi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif dan Bursa Karbon, Inarno Djajadi. Sementara dari pihak Kemenkeu, koordinasi akan melalui Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, Masyita Crystallin.
“Kemudian bersama-sama dengan tim dari SRO (Self-Regulatory Organization) dan asosiasi-asosiasi di Bursa, kami akan melanjutkan berbagai hal yang perlu ditindaklanjuti,” jelas Mahendra.
Langkah ini, menurutnya, merupakan bentuk sinergi strategis antara regulator dan otoritas fiskal untuk memperkuat struktur dan tata kelola pasar modal Indonesia di tengah dinamika global yang masih bergejolak.
Dalam kesempatan yang sama, Inarno Djajadi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga guna meningkatkan governance, memperkuat kepercayaan investor, serta memperdalam basis partisipasi pasar modal domestik.
“Meskipun kita melihat pertumbuhan positif dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), justru ini saat yang tepat untuk memperkuat fondasi dan tata kelola pasar agar momentum pertumbuhan bisa berkelanjutan,” ujarnya.
Mahendra menambahkan, berbagai kebijakan yang tengah dikaji oleh Kementerian Keuangan diharapkan tidak hanya memperkuat sektor keuangan, tetapi juga berdampak langsung terhadap sektor riil dan iklim investasi di tanah air.
“Banyak hal strategis yang bersifat makroekonomi, tapi untuk aspek teknis dan spesifik pasar modal, Tim Kerja ini yang akan menindaklanjuti,” jelas Mahendra.
Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya perbaikan perilaku investor di pasar modal sebagai prasyarat untuk pemberian insentif fiskal.
“Tadi direktur bursa minta insentif terus, yang belum tentu saya kasih. Saya bilang, akan saya beri insentif kalau perilaku investor sudah dirapikan dulu. Goreng-gorengan dikendalikan, supaya investor kecil terlindungi,” tegas Purbaya.
Melalui pembentukan Tim Kerja ini, pemerintah berharap tercipta ekosistem pasar modal yang sehat, transparan, dan inklusif, serta mampu menarik minat investor domestik maupun asing secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








