Pandu Sjahrir: Demutualisasi BEI Tak Picu Konflik Kepentingan

AKURAT.CO Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menegaskan rencana demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi perusahaan terbuka tidak akan menimbulkan konflik kepentingan, termasuk jika Danantara menjadi salah satu pemegang saham.
Menurut Pandu, pemisahan peran antara regulator dan pemegang saham menjadi kunci menjaga independensi pasar modal. Ia menekankan, fungsi pengaturan dan pengawasan tetap berada di tangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“OJK-lah yang melakukan pengaturan. Pemegang saham ya fokus kepada profit untuk institusi itu,” ujar Pandu dalam wawancara cegat di Gedung BEI, Jakarta, Minggu.
Baca Juga: Kuasai Hingga 30 Persen Kapitalisasi, Danantara Dukung Reformasi Pasar
Ia menjelaskan, pemegang saham nantinya berperan mendorong kinerja dan pertumbuhan perusahaan, sementara aspek regulasi sepenuhnya menjadi kewenangan otoritas. Dengan pembagian tersebut, tata kelola dinilai akan semakin jelas dan profesional.
Pandu menyebut, langkah demutualisasi juga sejalan dengan upaya memperdalam pasar modal Indonesia. Struktur baru dinilai dapat memperkuat transparansi serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan bursa.
“Kita ingin pasar modal kita lebih dalam. Jadi fungsi regulator diperjelas, fungsi pemegang saham juga jelas,” tuturnya.
Baca Juga: OJK Buka Peluang Danantara Jadi Pemegang Saham BEI Usai Demutualisasi
Ia juga memastikan BEI tidak akan berubah status menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Struktur kepemilikan terbuka justru dinilai akan memperkuat posisi bursa sebagai lembaga yang dikelola secara korporasi namun tetap di bawah pengawasan regulator.
Demutualisasi bursa sendiri merupakan bagian dari reformasi pasar modal yang didorong pemerintah, dengan target aturan pendukung terbit pada kuartal I tahun ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







