Fiskal RI Dinilai Tetap Kuat Meski Beban Subsidi Energi Naik

AKURAT.CO Ruang fiskal Indonesia dinilai masih cukup kuat meski pemerintah memutuskan menahan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menyebut kebijakan tersebut memberi manfaat langsung terhadap daya beli masyarakat sekaligus menjaga tekanan inflasi tetap terkendali.
Senior Portfolio Manager-Equity MAMI, Rizki Ardhi mengatakan keputusan mempertahankan harga BBM memang berdampak pada kenaikan beban subsidi energi.
“Namun, di sisi lain, konsekuensinya adalah meningkatnya beban subsidi energi,” ujar Rizki dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Berdasarkan simulasi MAMI, dengan asumsi harga minyak rata-rata tahun ini berada di level USD85 per barel, atau sekitar 21 % di atas asumsi APBN, anggaran subsidi energi berpotensi bertambah sekitar Rp103 triliun, setara 0,4% terhadap PDB.
Angka tersebut masih berada dalam ruang mitigasi fiskal pemerintah. Sebab, pemerintah sebelumnya menyatakan defisit APBN 2026 tetap dijaga di kisaran 2,9% PDB dan masih memiliki bantalan Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp420 triliun.
Di sisi lain, tekanan tambahan itu dinilai dapat diimbangi oleh efisiensi dan realokasi anggaran yang diperkirakan mencapai Rp259 triliun.
Baca Juga: Manulife Investment Management Beberkan Strategi Investasi Untuk Investor Asia di Semester I-2026
Secara historis, kebijakan penahanan harga BBM kerap digunakan pemerintah saat harga minyak melonjak untuk menjaga konsumsi domestik, mengingat konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Langkah ini penting karena inflasi energi berpotensi langsung memengaruhi biaya transportasi, logistik, dan harga pangan.
Bagi publik, kebijakan ini membantu menjaga pengeluaran rumah tangga tetap stabil, khususnya kelompok menengah dan rentan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






