Danai Ekspansi Infrastruktur Digital, BALI Bakal Terbitkan Dua Seri Sukuk Senilai Rp373,2 Miliar

AKURAT.CO PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) bersiap menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2026 dengan nilai Rp373,2 miliar. Ini merupakan bagian dari rencana penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II dengan target penghimpunan dana hingga Rp3 triliun.
Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan di keterbukaan informasi BEI, Senin (6/7/2026), dirinci sukuk ini terdiri atas dua seri, yakni Seri A senilai Rp284,2 miliar dengan tenor 370 hari kalender serta Seri B sebesar Rp89 miliar dengan tenor tiga tahun.
Cicilan imbalan Ijarah dibayarkan setiap kuartal, dimana cicilan imbalan Ijarah pertama akan dibayarkan pada tanggal 8 Oktober 2026, sedangkan cicilan imbalan Ijarah terakhir sekaligus Tanggal Pembayaran Kembali Sisa Imbalan Ijarah akan dibayarkan pada tanggal 18 Juli 2027 untuk Sukuk Ijarah Seri A dan tanggal 8 Juli 2029 untuk Sukuk Ijarah Seri B.
Baca Juga: Dua Pesaingnya Mundur, PT Bali Towerindo Menjadi Perusahaan Tunggal Pengadaan Alat ERP
"Pembayaran kembali sisa imbalan ijarah akan dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo," tulis prospektus tersebut.
Perseroan menilai strategi pendanaan jangka panjang tersebut sejalan dengan prospek bisnis infrastruktur telekomunikasi yang masih terbuka lebar. Permintaan terhadap jaringan seluler, fiber to the home (FTTX), hingga kebutuhan infrastruktur smart city diperkirakan terus meningkat seiring percepatan transformasi digital di Indonesia.
Selain itu, kebutuhan layanan telekomunikasi di wilayah yang masih minim infrastruktur juga dinilai masih besar sehingga membuka ruang pertumbuhan baru bagi perusahaan penyedia menara telekomunikasi, jaringan fiber optik, maupun layanan internet.
Bali Towerindo saat ini menjalankan usaha di bidang aktivitas telekomunikasi dengan kabel, perdagangan besar peralatan telekomunikasi, penyewaan properti, penyedia jasa internet (Internet Service Provider/ISP).
Diversifikasi bisnis tersebut menjadi salah satu fondasi perusahaan dalam memanfaatkan pertumbuhan kebutuhan konektivitas nasional.
Untuk penerbitan tahap pertama, sukuk ditawarkan pada harga 100% dari nilai emisi dan memperoleh peringkat idA (sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang mencerminkan kemampuan memadai dalam memenuhi kewajiban keuangan berdasarkan prinsip syariah.
Sukuk tersebut juga akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia setelah memenuhi seluruh persyaratan pencatatan.
Instrumen ini tidak dijamin dengan aset tertentu maupun oleh pihak lain, namun dijamin dengan seluruh kekayaan perseroan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hak pemegang sukuk memiliki kedudukan pari passu dengan kreditur lain yang tidak memiliki hak preferen.
Perseroan juga memiliki opsi melakukan pembelian kembali (buyback) sukuk setelah satu tahun sejak tanggal penjatahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi investor, rencana pendanaan hingga Rp3 triliun ini menunjukkan komitmen Bali Towerindo dalam menjaga fleksibilitas pendanaan di tengah meningkatnya kebutuhan investasi sektor infrastruktur digital.
Dengan tren konsumsi data yang terus bertumbuh, pengembangan jaringan fiber, menara telekomunikasi, serta layanan internet diperkirakan akan tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.
Jika seluruh program Penawaran Umum Berkelanjutan terealisasi sesuai rencana, Bali Towerindo akan memiliki ruang pendanaan yang lebih besar untuk mendukung ekspansi bisnis sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri infrastruktur telekomunikasi nasional yang semakin kompetitif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








