IHSG Berpeluang Menguat ke 6.250, Simak Menu Saham Hari Ini

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (31/7/2026).
Setelah ditutup melonjak 1,56% ke level 6.186,3 pada sesi Kamis (30/7/2026), sejumlah analis menilai momentum rebound masih terjaga meski sentimen eksternal belum sepenuhnya kondusif.
Pada perdagangan sebelumnya, seluruh sektor saham ditutup di zona hijau. Kenaikan tertinggi dicatat sektor barang konsumen non-primer yang menguat 2,25%, mencerminkan kembali masuknya minat beli investor ke saham-saham domestik.
Baca Juga: IHSG Ditaksir Sideways, Berikut Deretan Saham Yang Patut Dilirik Hari Ini
Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG terjadi di tengah meningkatnya tekanan dari faktor global, mulai dari lonjakan harga minyak mentah hingga pelemahan sejumlah indeks saham dunia. Meski demikian, pasar domestik dinilai masih mampu menunjukkan daya tahan yang cukup baik.
"Sehingga diperkirakan IHSG melanjutkan penguatan menguji level 6.200-6.250 pada perdagangan Jumat (31/7/2026)," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Kamis (30/7/2026).
Dari sisi eksternal, harga minyak mentah Brent kembali naik hingga menembus level USD92 per barel setelah Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara baru terhadap Iran sebagai respons atas serangan terhadap pasukan AS di Timur Tengah.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Di pasar valuta asing, rupiah juga ditutup melemah 0,17% ke level Rp18.075 per USD. Pelemahan terjadi seiring penguatan indeks dolar AS meskipun bank sentral AS (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya.
Meski dihadapkan pada berbagai sentimen eksternal tersebut, indikator teknikal IHSG dinilai masih menunjukkan peluang penguatan lanjutan. Secara teknikal, indeks berhasil ditutup di atas rata-rata pergerakan MA5, MA20, dan MA50, sekaligus tetap bertahan di atas level psikologis 6.000.
Selain itu, indikator Stochastic RSI mulai mendekati area oversold dan berpotensi membentuk pola golden cross, yang kerap diartikan sebagai sinyal awal penguatan harga dalam analisis teknikal.
Senada, MNC Sekuritas juga melihat peluang kenaikan IHSG masih terbuka pada perdagangan berikutnya. Perusahaan sekuritas tersebut memperkirakan area penguatan terdekat berada pada kisaran 6.172 hingga 6.219.
Untuk strategi perdagangan jangka pendek, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik dicermati investor, yakni AADI, BBRI, DEWA, dan TINS.
Secara keseluruhan, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan sentimen global, terutama dinamika konflik geopolitik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak dunia, serta arah nilai tukar rupiah.
Namun selama IHSG mampu bertahan di atas level 6.000 dan indikator teknikal tetap positif, peluang indeks untuk melanjutkan penguatan dinilai masih terbuka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









