Akurat Logo

Transaksi Kripto di Indodax Naik 16 Persen ke Rp8,7 Triliun pada Agustus 2026

Esha Tri Wahyuni | 2 September 2026, 10:08 WIB
Transaksi Kripto di Indodax Naik 16 Persen ke Rp8,7 Triliun pada Agustus 2026
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian

AKURAT.CO Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia kembali meningkat pada Agustus 2026. Nilai transaksi aset kripto di platform Indodax tercatat mencapai Rp8,7 triliun, naik sekitar 16% dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp7,5 triliun.

Kenaikan tersebut terjadi ketika pergerakan sejumlah aset kripto utama menunjukkan penguatan dalam sebulan. Bitcoin tercatat menguat sekitar 24,36%, sementara Ethereum naik 32,01%, XRP 28,22%, Solana 41,33%, dan Hyperliquid (HYPE) bahkan meningkat 61,53%.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian mengatakan, peningkatan transaksi tersebut menunjukkan aktivitas pasar mulai kembali menguat setelah sempat bergerak landai pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: OJK Evaluasi Permohonan Izin Satu Bursa Kripto Baru

"Peningkatan volume transaksi di Agustus menunjukkan aktivitas pasar mulai kembali menguat. Momentum Bitcoin ikut mendorong perhatian investor, sementara bertambahnya jumlah investor menunjukkan bahwa minat terhadap aset kripto masih terjaga," kata Aloysia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Kenaikan transaksi pada Agustus tidak hanya berlangsung seiring dengan penguatan Bitcoin. Sejumlah aset kripto lain juga mencatat pertumbuhan harga yang cukup tinggi dalam periode yang sama.

Berdasarkan data CoinMarketCap yang dikutip Indodax, Bitcoin menguat sekitar 24,36% dalam satu bulan. Ethereum naik 32,01%, XRP 28,22%, Solana 41,33%, sedangkan Hyperliquid (HYPE) meningkat 61,53%.

Aloysia mengatakan kondisi tersebut menunjukkan sentimen positif di pasar mulai meluas ke sejumlah aset kripto lain, meskipun karakteristik dan tingkat risiko masing-masing aset berbeda.

"Bitcoin masih memiliki peran besar dalam membentuk sentimen dan aktivitas pasar. Ketika aktivitas Bitcoin meningkat, perhatian terhadap aset kripto lainnya juga dapat ikut menguat. Namun, setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda," ujarnya.

Pergerakan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat menjelaskan meningkatnya aktivitas perdagangan pada Agustus. Ketika harga sejumlah aset bergerak naik secara bersamaan, perhatian investor terhadap pasar kripto ikut meningkat.

Meski demikian, kenaikan harga tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh investor mengambil posisi yang sama. Keputusan transaksi tetap dipengaruhi strategi investasi, tingkat toleransi risiko, serta kondisi pasar yang dapat berubah dalam waktu singkat.

Sebelum meningkat menjadi Rp8,7 triliun pada Agustus, nilai transaksi aset kripto di Indodax tercatat sebesar Rp7,5 triliun pada Juli 2026. Nilai tersebut setara sekitar 36,5% dari total transaksi aset kripto nasional pada Juli 2026 yang mencapai Rp20,52 triliun.

Pada periode yang sama, jumlah konsumen aset keuangan digital di Indonesia tercatat mencapai 22,93 juta akun.

Dengan demikian, kenaikan transaksi Indodax pada Agustus menjadi indikasi meningkatnya aktivitas perdagangan di salah satu platform perdagangan aset kripto di Indonesia.

Namun, angka tersebut tidak dapat secara langsung disamakan dengan pertumbuhan transaksi kripto nasional pada Agustus karena data nasional untuk periode tersebut perlu dilihat secara terpisah.

Aloysia menilai peningkatan aktivitas perdagangan pada Agustus juga berjalan seiring dengan membaiknya sentimen pasar global. Menurut dia, pasar kripto tetap sensitif terhadap perubahan kondisi makroekonomi, likuiditas global, serta arah kebijakan moneter.

"Membaiknya sentimen global ikut mendorong aktivitas pasar, tetapi kondisi tersebut tetap dapat berubah seiring perkembangan kebijakan makroekonomi global dan likuiditas," katanya.

Faktor makroekonomi menjadi penting karena perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter dapat memengaruhi aliran dana investor ke berbagai kelas aset, termasuk aset berisiko seperti kripto.

Ketika likuiditas meningkat dan sentimen investor membaik, aset berisiko cenderung mendapatkan perhatian lebih besar. Sebaliknya, perubahan ekspektasi terhadap suku bunga dan kondisi ekonomi global dapat kembali meningkatkan volatilitas.

Meski aktivitas perdagangan meningkat, Indodax mengingatkan investor untuk tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan kenaikan harga dalam jangka pendek.

Aloysia mengatakan investor perlu tetap melakukan riset sebelum melakukan transaksi dan memahami risiko dari aset yang diperdagangkan. "Keputusan transaksi tetap sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar, volatilitas dan strategi masing-masing investor," ujarnya.

Dirinya menambahkan peningkatan transaksi pada Agustus merupakan bagian dari dinamika pasar yang kembali aktif. Namun, kondisi tersebut tetap dapat berubah mengikuti perkembangan ekonomi global.

"Oleh karena itu, peningkatan transaksi perlu disikapi secara terukur, dengan tetap melakukan riset, dan menghindari keputusan yang hanya didorong pergerakan harga jangka pendek," katanya.

Kenaikan transaksi Indodax pada Agustus dengan demikian memperlihatkan bahwa aktivitas pasar kripto kembali meningkat setelah periode yang lebih landai pada Juli.

Penguatan Bitcoin turut menjadi perhatian utama, sementara kenaikan sejumlah altcoin menunjukkan bahwa aktivitas pasar tidak hanya terkonsentrasi pada aset kripto terbesar tersebut.

Meski demikian, tingginya kenaikan harga sejumlah aset juga berjalan beriringan dengan risiko volatilitas. Investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar, fundamental aset, likuiditas, serta strategi investasi sebelum melakukan transaksi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.