AAJI Digitalisasi Sertifikasi 226 Ribu Tenaga Pemasar Asuransi Jiwa

AKURAT.CO Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mempercepat digitalisasi sistem sertifikasi dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di industri asuransi jiwa.
Langkah ini menyasar ekosistem industri yang memiliki 226.088 tenaga pemasar hingga Semester I 2026.
Digitalisasi dilakukan melalui kerja sama AAJI dengan PT Tata Consultancy Services (TCS) Indonesia untuk mengembangkan sistem sertifikasi yang selaras dengan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) AAJI.
Kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan AAJI Learning Management System (LMS).
Baca Juga: AAJI Manfaatkan AI Untuk Cetak SDM Peransurasian Unggul
Saat ini, AAJI memiliki 56 perusahaan asuransi jiwa dan enam perusahaan reasuransi sebagai anggota. Jumlah tenaga pemasar yang mencapai ratusan ribu orang menjadi salah satu basis bagi AAJI untuk memperluas pemanfaatan platform digital dalam proses sertifikasi, perizinan, serta pengembangan profesional berkelanjutan.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo mengatakan, penguatan ekosistem sertifikasi dan pembelajaran menjadi bagian dari upaya industri menyesuaikan kebutuhan kompetensi yang terus berkembang.
"AAJI ingin membangun ekosistem sertifikasi dan pembelajaran yang mudah diakses serta mampu menjawab kebutuhan industri asuransi jiwa yang terus berkembang. Kami juga terus memperluas program pengembangan kepemimpinan bertaraf internasional untuk membantu perusahaan asuransi mempersiapkan talenta dan pemimpin masa depan," ujar Albertus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, kolaborasi dengan TCS Indonesia dan LIMRA-LOMA menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kompetensi serta profesionalisme SDM industri secara berkelanjutan.
Baca Juga: AAJI: Premi Reguler Turun, Premi Tunggal Asuransi Jiwa Naik 26,3 Persen
"Karenanya, dukungan TCS Indonesia dan LIMRA-LOMA merupakan bagian dari upaya AAJI untuk mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme SDM industri secara berkelanjutan," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










