BTN dan RSUP Ngoerah Kolaborasi Kembangkan Layanan Wellness dan Wisata Medis di Bali

AKURAT.CO PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjalin kerja sama strategis dengan RSUP Prof I.G.N.G. Ngoerah untuk membuka peluang pengembangan wisata medis (medical tourism) di Bali. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) di Denpasar, Jumat (16/10). Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menyampaikan, kolaborasi ini menjadi peluang bagi perseroan untuk memperluas peran perbankan dalam mendukung ekosistem bisnis, khususnya sektor kesehatan dan pariwisata.
“Bagi BTN, kemitraan ini merupakan kehormatan sekaligus peluang untuk menghadirkan manfaat nyata bagi kedua institusi, baik bagi nasabah dan pegawai BTN maupun tenaga medis, pegawai RSUP Ngoerah, dan masyarakat Bali,” ujar Nixon.
Baca Juga: BTN Ajak Mahasiswa ITB Ciptakan Inovasi untuk Perumahan
Menurut dia, industri kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit, kebugaran, dan kualitas hidup. Kebutuhan layanan medical check-up, healthy ageing, hingga perawatan estetika menunjukkan bahwa kesehatan kini tidak hanya berfokus pada pengobatan. Tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Tren tersebut membuka peluang bagi Bali untuk mengintegrasikan sektor kesehatan dan pariwisata melalui pengembangan layanan wellness dan medical tourism. Berdasarkan data Global Wellness Institute, nilai ekonomi wellness global mencapai USD 6,8 triliun pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 9,8 triliun pada 2029. Sementara itu, industri wellness tourism global tumbuh 13,8 persen sepanjang 2024.
Nixon menilai, potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam dan budaya. Namun, juga menawarkan layanan kesehatan berkualitas.
Salah satu langkah yang dinilai strategis adalah pengembangan Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center yang diresmikan pada Oktober 2024. Fasilitas milik RSUP Prof I.G.N.G Ngoerah tersebut memiliki empat layanan unggulan. Yakni medical check-up, aesthetic dentistry, plastic surgery, dan dermaesthetic.
Kehadiran fasilitas itu dinilai membuka peluang untuk meningkatkan daya saing layanan kesehatan domestik sekaligus menarik minat masyarakat internasional. Ke depan, integrasi layanan kesehatan dan pariwisata dapat dikembangkan melalui paket wisata medis yang terintegrasi, peningkatan pengalaman pasien, serta perluasan pemanfaatan fasilitas kesehatan di dalam negeri.
Di sisi lain, BTN melihat kerja sama dengan RSUP Prof I.G.N.G Ngoerah sebagai bagian dari transformasi bisnis perbankan. Dari penyedia layanan transaksi menjadi mitra strategis dalam pengembangan ekosistem usaha.
“BTN siap mendukung kebutuhan RSUP Ngoerah melalui layanan transaksi digital, sistem pembayaran, serta solusi finansial yang sesuai dengan kebutuhan institusi dan para pegawainya,” jelas Nixon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









