Akurat Logo

Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur

Idham Nur Indrajaya | 17 Oktober 2026, 11:35 WIB
Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
Adira Finance perkuat ekspansi daerah usai merger Mandala Finance, dengan peluang memperluas pembiayaan di Indonesia Timur. - dok. Adira Finance

AKURAT.CO Akses pembiayaan di kota-kota kecil menjadi salah satu peluang bagi perusahaan multifinance untuk memperluas bisnis di luar pusat ekonomi utama. Adira Finance berupaya memanfaatkan peluang tersebut melalui integrasi operasional Mandala Finance, yang memiliki pengalaman melayani masyarakat di Indonesia Timur. Langkah ini diharapkan memperkuat jangkauan layanan pembiayaan sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis di berbagai daerah.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, integrasi tersebut ditandai melalui Operational Day 1 (OD1) setelah penggabungan PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) ke dalam PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance, BEI: ADMF). Per September 2026, Adira Finance memiliki 847 jaringan usaha, melayani sekitar 2,6 juta konsumen, dan mengelola piutang pembiayaan sebesar Rp64,9 triliun.

Penggabungan ini bukan sekadar penyatuan organisasi. Adira Finance juga berupaya menyelaraskan sistem teknologi informasi, proses bisnis, jaringan, serta layanan pelanggan untuk memperkuat kemampuannya menjangkau masyarakat dengan kebutuhan pembiayaan yang beragam.

Mengapa Integrasi Mandala Finance Penting bagi Ekspansi Adira Finance?

Penggabungan Mandala Finance dengan Adira Finance efektif secara hukum pada 1 Oktober 2025. Setelah itu, perusahaan menjalankan proses penyelarasan operasional secara bertahap sebelum menandai OD1 melalui seremoni yang berlangsung serentak di Makassar, Gorontalo, dan Banda Aceh.

Pemilihan sejumlah kota tersebut menjadi konteks penting dalam membaca arah pengembangan bisnis perusahaan. Makassar dan Gorontalo berada di kawasan Indonesia Timur, sedangkan Banda Aceh berada di ujung barat Indonesia. Pelaksanaan seremoni di lokasi berbeda menunjukkan bahwa integrasi ini melibatkan jaringan operasional di berbagai wilayah, meskipun tidak dengan sendirinya membuktikan adanya peningkatan penetrasi pasar.

Bagi Adira Finance, pengalaman Mandala Finance dalam melayani masyarakat di Indonesia Timur dan kota-kota kecil menjadi salah satu aset strategis yang dapat melengkapi kapabilitas perusahaan. Penggabungan tersebut membuka peluang untuk mengoptimalkan jangkauan layanan dan memperluas penawaran produk pembiayaan.

Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, mengatakan integrasi dilakukan dengan memperhatikan keberlangsungan layanan sekaligus penyelarasan proses internal.

“Operational Day 1 merupakan langkah penting dalam penyatuan operasional Adira Finance setelah penggabungan Mandala Finance. Selama satu tahun terakhir, kami berfokus pada menjaga keberlangsungan layanan sambil menyelaraskan sistem dan proses bisnis. Dengan jaringan dan pengalaman yang saling melengkapi, kami ingin menghadirkan solusi pembiayaan yang lebih mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Dewa melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Sabtu, 17 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut memperlihatkan dua fokus perusahaan setelah merger, yakni menjaga pelayanan kepada pelanggan lama dan memanfaatkan jaringan yang telah terintegrasi untuk mendukung pengembangan bisnis.

Kedua hal tersebut saling berkaitan. Perluasan jangkauan tidak hanya bergantung pada ketersediaan kantor atau saluran distribusi, tetapi juga pada kemampuan perusahaan menjaga kualitas layanan ketika proses integrasi berlangsung.

Baca Juga: Road to IIMS Surabaya 2026: Strategi Adira Finance dan Danamon Bangun Antusiasme Otomotif Jawa Timur

Baca Juga: Laba dan Pembiayaan Adira Finance 2026 Melonjak di Tengah Tekanan Ekonomi Global, Ini Strategi di Baliknya

Seberapa Besar Jaringan dan Bisnis Adira Finance Setelah Merger?

Per September 2026, Adira Finance memiliki 847 jaringan usaha yang terdiri atas kantor cabang dan kantor satelit. Jaringan tersebut digunakan untuk melayani sekitar 2,6 juta konsumen, sementara piutang pembiayaan yang dikelola perusahaan mencapai Rp64,9 triliun.

Ketiga angka tersebut memberikan gambaran mengenai skala operasional Adira Finance. Jaringan usaha menjadi salah satu sarana untuk menjangkau konsumen, jumlah pelanggan menunjukkan luasnya basis layanan, sedangkan piutang pembiayaan menggambarkan besarnya portofolio pembiayaan yang dikelola.

Namun, angka tersebut perlu dibaca secara proporsional. Data per September 2026 menunjukkan skala bisnis perusahaan pada periode tersebut, tetapi belum cukup untuk mengukur seberapa besar kontribusi Mandala Finance terhadap pertumbuhan setelah merger.

Untuk menilai manfaat ekonomi penggabungan secara lebih mendalam, diperlukan data pembanding sebelum dan sesudah integrasi. Misalnya, perkembangan penyaluran pembiayaan, pertumbuhan konsumen di wilayah tertentu, serta kontribusi jaringan eks Mandala terhadap keseluruhan bisnis Adira Finance.

Meski demikian, skala jaringan yang dimiliki perusahaan dapat menjadi modal untuk mengembangkan layanan di wilayah dengan karakteristik pasar berbeda. Kebutuhan pembiayaan kendaraan di kota besar, misalnya, tidak selalu sama dengan kebutuhan masyarakat di kota kecil yang mengandalkan kendaraan untuk mobilitas sehari-hari atau kegiatan usaha.

Karena itu, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan jaringan yang telah tersedia, melainkan memastikan setiap jaringan mampu melayani kebutuhan masyarakat secara efektif.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.