Akurat Logo

Literasi Pembiayaan Digital Jadi Sorotan di Jakarta Financial Festival 2026

Esha Tri Wahyuni | 23 Oktober 2026, 15:40 WIB
Literasi Pembiayaan Digital Jadi Sorotan di Jakarta Financial Festival 2026
Asetku bersama AFPI AFPI) hadir di Jakarta Financial Festival yang berlangsung pada 23-24 Oktober 2026 di Blok M Square, Jakarta.

AKURAT.CO Pemahaman masyarakat terhadap manfaat dan risiko layanan pendanaan digital menjadi salah satu aspek yang didorong dalam Jakarta Financial Festival (JFF) 2026. Edukasi ini dinilai penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan finansial sesuai kebutuhan dan kemampuan ekonominya.

Platform layanan pendanaan digital AsetKu, yang dioperasikan oleh PT Pintar Inovasi Digital dan merupakan bagian dari Akulaku Group, berpartisipasi dalam kegiatan tersebut bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Festival ini berlangsung pada 23-24 Oktober 2026 di Blok M Square, Jakarta.

Chief Executive Officer AsetKu, Kokko Cattaka mengatakan, kolaborasi dengan AFPI menjadi kesempatan untuk memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat, khususnya mengenai pemanfaatan layanan keuangan digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Baca Juga: AFPI: Credit Gap Rp1.650 Triliun Bikin Pinjol Ilegal Terus Tumbuh

"Kami menyambut baik kolaborasi bersama AFPI dalam Jakarta Financial Festival 2026 sebagai kesempatan untuk memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat," ujar Kokko dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

Menurut Kokko, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai berbagai produk dan layanan keuangan. Masyarakat juga perlu memahami kesesuaian produk dengan kebutuhan serta kemampuan finansial masing-masing sebelum mengambil keputusan.

"Kami percaya bahwa literasi keuangan tidak hanya membantu masyarakat memahami berbagai produk dan layanan keuangan, tetapi juga mendorong mereka untuk mengambil keputusan finansial yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing," katanya.

Pemahaman tersebut menjadi relevan dalam pemanfaatan layanan pendanaan digital. Masyarakat perlu mengetahui mekanisme layanan, kewajiban pembayaran, serta risiko yang mungkin timbul sebelum memutuskan menggunakan produk pendanaan.

Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), akses terhadap pendanaan dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung kegiatan usaha. Namun, keputusan mengambil pendanaan tetap perlu mempertimbangkan kemampuan membayar kembali serta kebutuhan modal yang jelas agar tidak menambah beban keuangan.

Jakarta Financial Festival 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan dengan mengusung tema "Kumpul Asik, Melek Finansial, Ekonomi Tumbuh". Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor jasa keuangan melalui talkshow, pengenalan produk dan layanan keuangan, serta aktivitas interaktif bagi masyarakat.

Festival tersebut menyasar berbagai kelompok, mulai dari pelaku UMKM, pelajar, generasi muda, hingga komunitas masyarakat. Penyelenggaraannya juga menjadi wadah kolaborasi regulator, lembaga, dan pelaku industri jasa keuangan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.