Apa Itu Kimpul? Kenali Kandungan, Manfaat, dan Cara Mengolahnya dengan Benar

AKURAT.CO Belakangan ini, kimpul kembali menarik perhatian masyarakat. Salah satu jenis umbi pangan lokal ini dikenal sebagai talas Belitung yang termasuk dalam kelompok tanaman dari genus Xanthosoma dan bisa dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat nonberas.
Apa itu kimpul sebenarnya dan apakah kimpul lebih sehat daripada nasi? Pertanyaan tersebut muncul seiring meningkatnya pembahasan mengenai kimpul sebagai alternatif pangan pokok. Badan Pangan Nasional (BPN) juga mencatat talas kimpul sebagai salah satu jenis pangan lokal yang dapat mendukung penganekaragaman konsumsi pangan di Indonesia.
Baca Juga: Kalender Jawa 8 Agustus 2026: Watak Weton Sabtu Pahing, Dikenal Berwibawa dan Pemberani
Apa Itu Kimpul?
Kimpul adalah tanaman umbi yang dalam dokumen Badan Pangan Nasional dikategorikan sebagai talas Belitung atau kimpul dengan nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium. Kimpul juga dikenal dengan sejumlah nama lain di berbagai daerah.
Badan Pangan Nasional membedakan kimpul dari talas Bogor. Talas Bogor termasuk spesies Colocasia esculenta, sedangkan talas Belitung atau kimpul termasuk genus Xanthosoma. Dalam klasifikasi pangan segar yang diterbitkan Badan Pangan Nasional, kimpul tercatat sebagai Xanthosoma sagittifolium.
Kimpul merupakan tanaman penghasil umbi yang dapat dikonsumsi setelah melalui pengolahan yang tepat. Umbinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan dikembangkan menjadi berbagai produk olahan.
Kimpul Termasuk Jenis Talas Apa?
Kimpul sering disebut sebagai talas Belitung. Namun, kimpul tidak sama dengan semua jenis talas yang selama ini dikenal masyarakat.
Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa kelompok talas memiliki beberapa jenis. Colocasia esculenta umumnya dikenal sebagai talas, sedangkan jenis Xanthosoma memiliki umbi induk dan umbi cabang yang menyerupai kimpul atau balitung.
Dalam dokumen Badan Pangan Nasional, jenis pangan yang masuk kelompok talas antara lain Talas Bogor atau Pontianak, Talas Beneng, Talas Belitung atau Kimpul, serta Kimpul Hitam atau Hideung.
Karena itu, istilah kimpul sebaiknya dipahami sebagai salah satu kelompok umbi dari genus Xanthosoma, bukan sebagai sebutan untuk seluruh jenis talas.
Baca Juga: AS Ancam Pembeli Minyak Rusia Kena Tarif 100 Persen, India-China Jadi Sasaran
Apa Kandungan Kimpul?
Sebagai kelompok umbi, kimpul dapat menjadi sumber karbohidrat. Badan Pangan Nasional dalam rancangan standar mutu pangan lokal mencantumkan Xanthosoma sp sebagai kelompok talas dengan persyaratan kadar karbohidrat minimal 20 persen dan serat pangan minimal 3 persen berdasarkan parameter standar mutu yang dicantumkan.
Kandungan tersebut menunjukkan bahwa kimpul memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber karbohidrat dalam diversifikasi pangan.
Namun, kandungan gizi kimpul dapat berbeda bergantung pada varietas, kondisi budidaya, tingkat kematangan, ukuran umbi, serta metode pengolahan. Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa semua olahan kimpul memiliki kandungan gizi yang sama.
Apakah Kimpul Bisa Menggantikan Nasi?
Kimpul dapat digunakan sebagai salah satu alternatif sumber karbohidrat pengganti atau pendamping nasi. Kementerian Pertanian sebelumnya memperkenalkan kimpul sebagai salah satu pangan alternatif nonberas karena memiliki potensi sebagai sumber karbohidrat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






