Kejar Visi Indonesia Emas 2045, Kemenkeu: Generasi Muda Penting

AKURAT.CO Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggandeng generasi muda untuk tercapainya visi Indonesia Maju 2045 dengan berkolaborasi bersama Universitas Hasanuddin (UNHAS). Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPB) Sulawesi Selatan, Supendi mengatakan untuk tercapainya visi Indonesia Maju 2045, pemuda menjadi pemain kunci dari bonus demografi.
Supendi menambahkan, pembangunan manusia Indonesia menjadi salah satu faktor kunci guna mengakselerasi perkembangan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna keberhasilan pencapaian Visi Indonesia Maju 2045.
“Salah satu upayanya, dimulai dari pembangunan awarness yang baik terhadap kebijakan pengelolaan APBN,” kata Supendi yang dipantau secara daring pada Kamis (5/10/2023).
Baca Juga: Bappenas Dan MPR RI Sepakati RUU RPJN 2025-2045 Untuk Visi Indonesia Emas
Lebih rinci, APBN akan terus mendukung pembangunan yang merata di semua daerah, yang salah satunya dilakukan melalui reformasi desentralisasi fiskal oleh Kemenkeu. Reformasi tersebut, dilakukan guna mendukung pemerataan pembangunan dan percepatan transformasi ekonomi, kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh Indonesia.
Kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) pada APBN 2023 dan APBN 2024, salah satunya dilakukan melalui spending better dengan mendorong pemerintah daerah menggunakan TKD untuk kegiatan yang produktif dengan multiplier efek tinggi, serta mendukung percepatan transformasi ekonomi.
Selanjutnya Supendi melaporkan pengelolaan APBN di regional Sulawesi Selatan mencapai Rp54,09 triliun, dengan 55% atau Rp29,69 triliun dari jumlah merupakan alokasi dana TKD dan dana desa yang ditujukan untuk mendorong percepatan kemandirian fiskal di daerah.
“Sedangkan 45 persennya atau Rp24,4 triliun merupakan alokasi belanja kementerian atau lembaga yang difokuskan untuk percepatan penyelesaian infrastruktur prioritas dan penyaluran bantuan sosial,” ucap Supendi.
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo menyampaikan, tentang Visi Indonesia Emas 2045 serta peran strategis APBN salah satunya peran strategis generasi muda.
“Kita sedang menikmati bonus demografi. Indonesia saat ini usia produktifnya termasuk paling tinggi di dunia, kalau tidak kita ambil kesempatan ini, kita bisa terperangkap dan tidak bisa menjadi negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang,” ungkap Supendi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









