Guru Besar UI: Pajak Jadi Darah Negara, Perlu Administrasi Yang Baik

AKURAT.CO Kebijakan pajak merupakan seperangkat aturan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk mengatur pemungutan pajak, sehingga memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian dan masyarakat.
Oleh karena itu kebijakan ini tidak hanya menentukan tingkat pendapatan negara, tetapi juga mempengaruhi perilaku konsumen, investor, dan pelaku bisnis.
Melihat hal tersebut, Guru Besar Kebijakan Publik Perpajakan Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Haula Rosdiana, M.Si, menyatakan bahwa keberhasilan sektor perpajakan sangat bergantung pada administrasi pajak yang efektif.
Baca Juga: Menkeu Akan Reformasi Administrasi Perpajakan yang Terlalu Kompleks
Sebab, lanjutnya, tanpa adanya administrasi perpajakan yang baik pada akhirnya hanya akan memunculkan permasalahan di akhir.
"Tanpa administrasi perpajakan yang baik, kebijakan perpajakan yang baik sekalipun akan mengalami kendala," ujarnya di sela Forum Rabu Pon yang digelar Hipmi Tax Center di Jakarta, Rabu (5/6/2024).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa administrasi perpajakan bukan hanya masalah teknis, tetapi juga mencakup aspek substantif yakni bagaimana pajak menjadi sumber vital bagi negara untuk menjalankan fungsinya dan memastikan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata.
Oleh karena itu dirinya mengatakan bahwa pajak merupakan darah suatu negara sehingga menentukan eksistensi suatu negara.
"Jadi kalau beberapa filsuf bilang bahasanya merupakan nadi dari sebuah negara, namun menurut saya justru pajaklah yang jadi darah negara," paparnya.
Sebab, tambahnya, pajak merupakan elemen vital yang menentukan keberlangsungan negara. Selain itu, pajak juga merupakan cara termudah bagi negara untuk memperoleh pendapatan tanpa perlu berutang dan membayar bunga.
Tambahan informasi, Forum Rabu Pon akan diadakan secara rutin setiap bulan. Nama Forum Rabu Pon dipilih bukan tanpa alasan. Rabu pon merupakan weton kelahiran Presiden saat ini, Jokowi dan Presiden Terpilih, Prabowo yang akan melanjutkan kepemimpinan Jokowi. Hal ini bukanlah kebetulan dan ada yang istimewa dengan Rabu Pon ini. Dalam tradisi jawa, orang melakukan syukuran atau doa bersama saat weton kelahirannya.
"Jadi kita berkumpul di forum ini sekaligus untuk mendoakan beliau-beliau. Dan ini sebagai perlambang sebuah ikhtiar untuk menjadikan pajak yang merupakan penopang utama pendapatan negara ini betul-betul dekat dan lekat dengan Presiden. Maka itu forum diskusi terkait Pajak ini kita beri nama forum Rabu Pon," imbuh Muhammad Arif Rohman, Ketua Badan Otonom BPP HIPMI Tax Center.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









