Pasar Asia Bergerak Lamban di Akhir Tahun, Yen Masih Tertekan

AKURAT.CO Indeks saham Asia cenderung stabil pada Jumat (27/12/2024), sementara dolar AS tetap kuat. Yen Jepang bertahan di level terendah lima bulan dalam perdagangan akhir tahun yang minim aktivitas. Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke tahun 2025, di mana Federal Reserve (The Fed) diproyeksikan akan lebih moderat dalam kebijakan pemotongan suku bunga.
Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) disebutkan dapat menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Dalam ringkasan opini pertemuan Desember, peluang kenaikan suku bunga pada Januari tetap terbuka meskipun BoJ memilih untuk mempertahankan suku bunga pada bulan ini. Kondisi ini membuat yen Jepang terus melemah, berada di sekitar 157,80 per USD, mencatatkan penurunan lebih dari 10% sepanjang 2024.
Dikutip dari Reuters, Jumat (27/12/2024), penurunan nilai yen ini terjadi di tengah kekuatan USD dan perbedaan suku bunga yang signifikan antara Jepang dan Amerika Serikat. Meskipun The Fed mulai memangkas suku bunga, selisih suku bunga masih cukup besar untuk memberikan tekanan pada yen. Investor tetap waspada terhadap potensi intervensi dari Tokyo jika yen mendekati level 160 per USD.
Baca Juga: BoJ Naikkan Suku Bunga, Beban Utang Jepang Terkerek
Di pasar saham, indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik tipis menjadi 574,88, mencatatkan kenaikan hampir 9% sepanjang tahun. Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,77%, didukung pelemahan yen, dengan kenaikan tahunan mencapai 19% pada 2024.
Sementara itu, indeks CSI300 di Tiongkok tidak banyak berubah dalam perdagangan awal, dan indeks Hang Seng di Hong Kong naik tipis 0,12% setelah libur pada Kamis. Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang cenderung lesu menjelang akhir tahun.
Dengan hanya beberapa hari perdagangan tersisa di tahun ini, fokus investor mulai beralih ke tahun 2025. Kebijakan The Fed, pemerintahan baru Donald Trump, serta isu geopolitik menjadi perhatian utama. The Fed, yang bulan ini menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin, memproyeksikan hanya dua pemotongan suku bunga pada tahun depan, lebih sedikit dari perkiraan sebelumnya sebanyak empat kali pemotongan.
Analis pasar keuangan senior di Capital.com, Kyle Rodda, mengatakan bahwa pasar saat ini sedang dalam masa tenang. Namun, data ekonomi yang konsisten dan kebijakan suku bunga yang lebih terukur dari The Fed dapat memberikan peluang bagi pasar bullish untuk berlanjut pada 2025.
Ekspektasi yang bergeser terkait kebijakan suku bunga AS menyebabkan imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun mencapai level tertinggi sejak Mei. Pada perdagangan Asia, imbal hasil terakhir tercatat di 4,57%. Indeks USD, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, berada di level 108,11, tidak jauh dari level tertinggi dua tahun yang dicapai pekan lalu.
Harga emas turun menjadi USD2.631,34 per ons, tetapi mencatatkan kenaikan tahunan sekitar 28%, yang merupakan performa terbaiknya sejak 2011. Di sisi lain, harga minyak mentah mengalami penurunan dalam perdagangan awal. Kontrak berjangka Brent Crude dan West Texas Intermediate (WTI) masing-masing turun 0,1%.
Kondisi pasar yang fluktuatif pada akhir tahun ini mencerminkan ketidakpastian yang terus membayangi. Investor menanti data ekonomi lebih lanjut untuk memahami arah kebijakan moneter dan fiskal di berbagai negara.
BoJ diperkirakan akan menjadi salah satu bank sentral yang menarik perhatian tahun depan, terutama jika benar menaikkan suku bunga di tengah perlambatan pertumbuhan global. Kebijakan tersebut dapat menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa Jepang siap untuk menyesuaikan kebijakan moneternya dengan kondisi ekonomi yang berubah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








