AKURAT.CO Pemerintah Jepang tengah bersiap menghadapi dampak kebijakan tarif baru Presiden AS Donald Trump, yang berpotensi mengguncang nilai tukar yen.
Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato, menegaskan bahwa negaranya akan memantau situasi ini dengan ketat, terutama efeknya terhadap perekonomian global.
"Kami harus melihat bagaimana nilai tukar dan faktor ekonomi lainnya akan terpengaruh, serta bagaimana kebijakan moneter AS akan berkembang ke depan," ujar Kato dikutip dari Reuters, Minggu (2/2/2025).
Seperti yang diketahui, Trump baru saja mengumumkan tarif 25% untuk Kanada dan Meksiko, serta 10% untuk China sebagai bagian dari kebijakan perdagangannya.
Dimana langkah ini menimbulkan ketidakpastian ekonomi, termasuk bagi Jepang yang sangat bergantung pada perdagangan global.
Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, dijadwalkan bertemu dengan Trump pada 7 Februari untuk membahas hubungan bilateral. Jepang ingin memastikan bahwa kebijakan tarif AS ini tidak membawa dampak buruk bagi ekonomi negaranya.
Kato juga telah melakukan pertemuan virtual dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, untuk mendiskusikan dampak kebijakan ini. Meski begitu, ia mengungkapkan bahwa isu pelemahan dolar dan penguatan yen belum dibahas secara spesifik dalam pertemuan tersebut.
"Kami bersepakat untuk membahas lebih lanjut soal nilai tukar dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan keuangan secara keseluruhan," kata Kato.
Jepang telah beberapa kali melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mencegah pelemahan yen yang terlalu tajam. Pasalnya, pergerakan nilai tukar ini bisa berdampak besar terhadap harga barang impor, terutama energi dan bahan baku.
Jepang juga khawatir bahwa kebijakan perdagangan AS ini dapat memperburuk ketidakpastian ekonomi global. Kato menekankan bahwa Jepang akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi, termasuk berkoordinasi dengan negara lain.
"Kami akan terus memantau situasi ini dengan cermat dan mengambil langkah yang tepat sesuai dengan perkembangan ekonomi global," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









