Menperin Reformasi Aturan TKDN, Dorong Iklim Usaha Lebih Kompetitif

AKURAT.CO Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan pihaknya tengah melakukan proses reformasi mengenai tata cara penerbitan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
"Yang ingin kami sampaikan adalah reformasi TKDN ini menjadi kontribusi dari Kemenperin di dalam upaya besar pemerintah melakukan upaya deregulasi yang akan mempercepat atau mempermudah pelaku usaha dalam melakukan kegiatan usaha. Jadi untuk iklim investasi, iklim dunia usaha lebih baik," terang Agus ketika ditemui di Jakarta, Selasa (6/5/2025).
Agus memastikan bahwa, setelah pihaknya melakukan reformasi aturan itu maka akan terdapat kemudahan dalam cara perhitungan kemudian memeprcepat proses perhitungan dan mengurangi beban biaya sertifikat TKDN.
"Jadi nanti mudah, cepat , murah," imbuhnya.
Baca Juga: Kemenperin Akui Industri Manufaktur Dalam Negeri Hadapi Pukulan Berat
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan jajarannya agar regulasi mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) harus dibuat dengan fleksibel dan realistis guna menjaga daya saing industri Tanah Air di pasar global.
"TKDN sudahlah niatnya baik, nasionalisme. Saya kalau saudara mungkin sudah kenal lama saya, mungkin dari saya ini paling nasionalis. Kalau istilahnya dulu, kalau mungkin jantung saya dibuka yang keluar Merah Putih, mungkin," tutur Presiden dalam acara Sarasehan Ekonomi yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa (8/4/2025).
"Tapi kita harus realistis, TKDN dipaksakan, ini akhirnya kita kalah kompetitif. Saya sangat setuju, TKDN fleksibel saja, mungkin diganti dengan insentif," tegas Prabowo.
Oleh karena itu, Kepala Negara menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintahan, terutama para menteri, untuk mengubah kebijakan TKDN agar lebih realistis dan tidak membebani industri dalam negeri.
Baca Juga: Kemenperin Genjot Revitalisasi Sentra IKM Kulit Manding di Yogyakarta
Prabowo menjelaskan bahwa TKDN bukan hanya soal regulasi semata, tetapi juga menyangkut aspek yang lebih luas.
"Tolong diubah itu, TKDN dibikin yang realistis saja. Masalah kemampuan dalam negeri, konten dalam negeri itu adalah masalah luas, itu masalah pendidikan, iptek, sains. Jadi itu masalah, nggak bisa kita dengan cara bikin regulasi TKDN naik," pungkas Prabowo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







