AKURAT.CO Pemerintah Jepang di bawah Perdana Menteri, Shigeru Ishiba mengumumkan target kenaikan upah riil tahunan sebesar 1% pada 2029, sebuah langkah ambisius yang dinilai sarat muatan politik menjelang pemilihan Majelis Tinggi musim panas ini.
Kebijakan tersebut diumumkan di tengah merosotnya elektabilitas Ishiba yang kini hanya berada di angka 33% berdasarkan survei terbaru Nikkei.
Dikutip dari laman reuters, langkah tersebut dinilai sebagai respons terhadap ketidakpuasan publik akibat daya beli yang melemah dan beban inflasi yang tak kunjung reda.
Baca Juga: Pantik Semangat Wirausaha PMI, Program Mandiri Sahabatku Sapa 250 Pekerja Migran di Jepang
Meskipun Bank of Japan mencatat inflasi konsumen telah bertahan di atas target 2% selama hampir tiga tahun, upah riil masyarakat justru stagnan.
Tentunya hal ini menciptakan tekanan sosial dan ekonomi yang dirasakan secara luas, terutama di kalangan kelas menengah dan pekerja sektor publik.
“Dengan menetapkan target pertumbuhan upah riil secara eksplisit, Ishiba ingin mengirim pesan bahwa pemerintahannya berpihak pada rakyat jelata,” ujar Takahide Kiuchi, ekonom di Nomura Research Institute sekaligus mantan anggota dewan Bank of Japan. “Namun yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana realisasinya.”
Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan strategi paket kebijakan fiskal yang kini tengah disusun pemerintah, termasuk kemungkinan pemberian bantuan tunai langsung dan insentif pajak sebagai respons atas desakan dari koalisi Komeito.
Pemerintah juga berencana menyusun anggaran tambahan akhir tahun ini untuk memperkuat belanja negara dan memitigasi dampak inflasi.
Baca Juga: Menko Airlangga Sambangi Federasi Bisnis Jepang Keidanren
Namun sejumlah pengamat skeptis terhadap efektivitas kebijakan ini tanpa reformasi struktural yang mendalam. Sektor usaha kecil dan menengah yang menyerap 70% tenaga kerja nasional masih menghadapi keterbatasan produktivitas dan tekanan biaya.
Tanpa insentif fiskal dan reformasi tenaga kerja, target tersebut berisiko menjadi janji politik tanpa dampak konkret.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








