Surplus Perdagangan Nonmigas Kuat, BI: Ketahanan Eksternal Meningkat

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) menilai surplus neraca perdagangan Indonesia yang berlanjut pada Juni 2025 menjadi penopang penting bagi ketahanan eksternal perekonomian nasional. Surplus ini terutama bersumber dari sektor nonmigas yang mencatat performa ekspor tetap solid.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Jumat (1/8/2025) lalu, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai USD4,10 miliar. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan Mei 2025 yang mencatat surplus USD4,30 miliar, namun tetap menunjukkan tren positif.
“Surplus perdagangan ini menjadi sinyal baik bagi ketahanan eksternal ekonomi kita ke depan,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangannya di Jakarta.
Baca Juga: Dominasi Modal Asing di SRBI Bikin Rentan, BI Evaluasi Strategi Likuiditas
Kontributor utama surplus ini adalah neraca perdagangan nonmigas, yang mencatat surplus sebesar USD5,21 miliar. Hal ini ditopang oleh ekspor nonmigas yang tetap kuat, mencapai USD22,33 miliar.
Produk-produk ekspor utama berasal dari sektor berbasis sumber daya alam, seperti lemak dan minyak hewani/nabati, serta produk manufaktur, terutama produk kimia.
China, Amerika Serikat, dan India tercatat sebagai mitra dagang utama yang menyerap sebagian besar ekspor Indonesia pada periode tersebut.
Baca Juga: BPS: Harga Pangan Picu Inflasi Juli 2025 Capai 2,37 Persen
Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas tercatat menyempit menjadi USD1,11 miliar. Penurunan ini seiring dengan impor migas yang lebih rendah dibandingkan penurunan ekspor migas.
"Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga stabilitas eksternal," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






