Soal Kenaikan Penerbitan SUN di RAPBN 2026, Ini Kata Citi Indonesia

AKURAT.CO Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) menilai RAPBN 2026 akan memberikan dorongan fiskal yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
Namun, proyeksi tersebut harus disertai dengan konsekuensi meningkatnya penerbitan surat utang negara (SUN).
Menurut Chief Economist Citi Indonesia, Helmi Arman mengungkapkan bahwa kapasitas belanja pemerintah diperkirakan sudah lebih siap pada 2026 setelah hambatan di tahun 2025 akibat transisi pemerintahan.
Baca Juga: Penawaran Masuk Tembus Rp162 Triliunan, Lelang 8 Seri SUN Pemerintah Cetak Rekor Tertinggi 2025
"Dengan belanja negara yang pulih, potensi pertumbuhan ekonomi bisa lebih kuat di awal tahun depan," ucapnya pada saat konferensi pers bersama media di Jakarta, Selasa (19/8/2025).
Meski demikian, Helmi menilai pemerintah harus tetap waspada terhadap kenaikan penerbitan obligasi negara.
“Penerbitan obligasi direncanakan meningkat 28 persen. Meski kami menilai hal ini masih dapat dikelola dengan baik mengingat tren suku bunga lebih rendah pada tahun depan,” terangnya.
Adapun RAPBN 2026 menetapkan target pendapatan negara Rp3.147,7 triliun dan belanja negara Rp3.786,5 triliun, sehingga defisit anggaran tercatat Rp638,8 triliun atau 2,48% dari produk domestik bruto (PDB).
"Dengan komposisi tersebut, kami menilai peran kebijakan fiskal akan lebih dominan dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Namun yang menjadi catatan adalah pengelolaan utang menjadi kunci agar stabilitas makro tetap terjaga di tengah dinamika global," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







