Belajar dari Pergantian Purbaya ke Suahasil

AKURAT.CO "Yeay ijo, makasih Prof. Suahasil. Besok take profit?," ungkap Rio, salah satu kelas menengah Indonesia lewat akun IG. Unggahan status Rio tersebut menanggapi portofolio saham perbankannya yang menghijau (IDX Financials naik 0,5%), hari ini, Senin (14/9/2026) usai pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menkeu sore tadi.
Pergantian pos satu Kemenkeu dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara seperti angin segar di tengah kemarau panjang bagi sebagian investor pasar saham RI, sebagaimana diamini oleh Rio tadi.
Dalam konteks lebih makro, pertumbuhan ekonomi RI setahun terakhir juga masih berkutat atau terjebak di 5 persenan, jauh dari cita-cita Presiden Prabowo sebesar 8% atau bahkan eks Menkeu Purbaya itu sendiri sebesar 6-6,5%.
Baca Juga: Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Ini Respons Maruarar Sirait
Guru Besar FEB UI, Telisa Aulia Falianty melihat pemilihan Suahasil Nazara sebagai Menkeu baru merupakan jalan tengah, setelah Presiden Prabowo mendapatkan satu lesson learned dari Purbaya setahun terakhir. "Akhirnya ada suatu lesson learned. Jadi lebih dicari figure yang win-win," ujar Telisa saat ditanya Akurat.co, Senin (14/9/2026).
Telisa menambahkan, pengangkatan Purbaya sebelumnnya menjadi semacam trial error untuk mencari figur paling tepat untuk bisa mengawal pertumbuhan ekonomi 8%.
Untuk itu dicari figur yang antitesis, antimainstream, yang dalam perjalannya menemuai banyak tantangan, Banyak kebijakan yang dilahirkan oleh eks Menkeu Purbaya sifatnya out of the box, tak seirama dengan paradigma selama ini termasuk juga dengan paradigma lembaga internasional. "Kehadirannya (Purbaya) mengubah paradigma prudent yang selama ini sudah Indonesia jaga," imbuh Telisa.
Di sisi lain, Suahasil dinilai sebagai jalan tengah dibanding menkeu-menkeu sebelumnya. Suahasil lebih fleksibel soal fiskal. Sebagai figur regional, ia akan lebih memperhatikan regional growth (PDRB), desentralisasi fiskal dan berbagai insight baru soal pertumbuhan ekonomi daerah yang bisa dijadikan engine growth baru.
"Selain itu beliau juga bisa tetap menjaga sustainability fiscal. Sebagai orang lama, pernah di BKF dan berasal dari FEB UI yang sangat menekankan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi, kira-kira pakemnya akan ke sana. The right man in the right place lah," imbuh Telisa.
Di era saat ini yang begitu dinamis, figur Menkeu yang paling tepat di Indonesia perlu ditemukan lewat fine tuning dan trial error, dicari terus-menerus sosok yang paling pas. Bukan berarti figur sebelumnya, yang terkenal lebih berani, agresif dan menggebrak tidak pas. Tapi langkah ugal-ugalan (versi pasar/ investor) dinilai mempengaruhi stabilitas. Sulit memacu pertumbuhan tanpa stabilitas. .
"Di sisi lain, multiplier effect dari kebijakan menkeu sebelumnya juga tidak sampai di masyarakat karena masih banyak kebocoran, ketimpangan fiskal, serta manfaat yang tidak dirasakan langsung oleh masyarakat. Jadi bagaimana nanti kebijakan fiskal ke depan agar lebih bisa disalurkan dan bisa lebih dirasakan oleh masyarakat, itu menjadi PR yang penting juga," timpal Telisa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







